SpaceX kembali menunda peluncuran Starship pada Kamis lalu karena beberapa mesin gagal menyala. Ini menjadi metafora sempurna bagi masalah perusahaan di Wall Street.

Penundaan itu adalah yang pertama sejak IPO besar-besaran bulan lalu. Saham SpaceX sempat melonjak ke rekor tertinggi $225 pada pertengahan Juni, didorong antusiasme investor.

>>> Bermain Game Lawas di 2026: Lebih dari Sekadar Nostalgia

Namun, dalam empat pekan terakhir, saham terus merosot. Saham bahkan sempat jatuh di bawah $120, lebih rendah dari harga IPO $135.

Penurunan itu menghapus hampir setengah nilai puncak saham, setara dengan lebih dari $1 triliun kapitalisasi pasar. Investor yang membeli setelah IPO kini mengalami kerugian.

Masalah di bursa saham ini tidak lepas dari ambisi besar SpaceX yang bergantung pada Starship. Platform super berat itu masih dalam tahap pengembangan dan belum terbukti.

SpaceX menargetkan peluncuran ulang Starship pada Kamis malam ini, yang merupakan uji terbang ke-13 dalam tiga tahun. Banyak uji coba sebelumnya berakhir dengan ledakan.

>>> ESPN Pecat Analis NFL Ryan Clark Setelah Lebih dari Satu Dekat

Kesuksesan Starship sangat krusial bagi rencana jangka panjang SpaceX, termasuk ekspansi Starlink, misi NASA ke Bulan, dan koloni di Mars.

Juga kontrak miliaran dolar dengan Pentagon.

Meski demikian, SpaceX masih memiliki dana puluhan miliar dolar dari IPO, meskipun merugi hampir $5 miliar pada 2025.

Namun, belum jelas apakah dana itu cukup untuk membuat Starship beroperasi secara andal.

>>> Yankees Hadapi Pirates di Pembuka Seri Kandang

Starship adalah roket terbesar dan terkuat yang pernah dibuat. Tantangan teknisnya sangat besar, dan mendarat tanpa meledak terbukti lebih sulit dari perkiraan.