Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 37,42% sepanjang tahun 2026.

Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp72,22 triliun di pasar reguler.

>>> Pemerintah Longgarkan Kuota Produksi Batu Bara untuk Dongkrak Devisa

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa tekanan jual asing terus berlanjut.

Dalam empat hari berturut-turut hingga Jumat (5/6/2026), net sell tercatat Rp7,38 triliun, mendorong IHSG ke level 5.346.

Faktor Eksternal dan Internal

Dari eksternal, ketegangan di Timur Tengah menyebabkan penutupan Selat Hormuz, memicu lonjakan harga minyak dunia. Dari dalam negeri, revisi UU PPSK memicu kekhawatiran terhadap independensi regulator keuangan.

Cadangan devisa Indonesia per Mei 2026 turun ke US$144,9 miliar, terendah dalam hampir dua tahun.

Rupiah juga melemah ke Rp18.168 per dolar AS pada 8 Juni 2026.

Saham Paling Dibuang Asing

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net sell terbesar, mencapai Rp32,44 triliun. Harga saham BBCA turun 38,58% ke Rp4.960 per lembar.

Berikut daftar 10 saham dengan net sell terbesar sepanjang 2026 hingga 8 Juni:

1. BBCA Rp32,44 triliun; 2.

BMRI Rp10,89 triliun; 3. BBRI Rp9,68 triliun; 4.

BUMI Rp8,42 triliun; 5. TPIA Rp4,88 triliun; 6.

>>> Pre-sale Supergirl Loyo, Lewati Catatan Hitam Marvel

ANTM Rp3,7 triliun; 7. AMMN Rp3,64 triliun; 8.

BBNI Rp2,74 triliun; 9. GOTO Rp1,58 triliun; 10.

CUAN Rp1,53 triliun.

Saham yang Dibeli Asing

Meski dominasi jual, beberapa saham mencatat net buy signifikan. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) memimpin dengan net buy Rp2,31 triliun.

Daftar 10 saham net buy terbesar: 1. ADRO Rp2,31 triliun; 2.

EMAS Rp2,15 triliun; 3. INCO Rp2,11 triliun; 4.

UNTR Rp1,9 triliun; 5. ASII Rp1,88 triliun; 6.

MDKA Rp1,88 triliun; 7. AADI Rp1,55 triliun; 8.

PTBA Rp989,7 miliar; 9. ITMG Rp971,84 miliar; 10.

>>> CEO Nvidia Jensen Huang Traktir Semua Pengunjung Kedai Ayam Goreng di Korea

BRMS Rp967,97 miliar.