Film kedua dari semesta baru DC Studios (DCU), Supergirl, menghadapi awal yang berat di box office.

Data penjualan tiket 24 jam pertama di Amerika Serikat menunjukkan performa pre-sale film yang dibintangi Milly Alcock ini berada di bawah Black Widow, film era pandemi Marvel.

>>> CEO Nvidia Jensen Huang Traktir Semua Pengunjung Kedai Ayam Goreng di Korea

Supergirl mengantongi sekitar 110.000 tiket pada hari pertama, setara pendapatan kasar USD 1,75 juta atau Rp 31,76 miliar.

Angka ini tertinggal dari beberapa film superhero lain saat memulai pra-penjualan.

Perbandingan Penjualan Tiket Hari Pertama

Superman (2025) menjual 325.000 tiket (USD 5 juta), Black Widow (2021) 175.000 tiket (USD 2,4 juta), dan Thunderbolts* (2025) 160.000 tiket (USD 2,5 juta).

Satu-satunya film superhero besar yang dilewati Supergirl adalah The Marvels (2023) yang menjual 95.000 tiket di hari pertama dan menjadi salah satu kerugian finansial terbesar Marvel.

>>> Cara Mencairkan Gift TikTok Menjadi Uang Tunai

Analis memproyeksikan Supergirl akan membuka pekan pertama di AS sekitar USD 55 juta atau Rp 998 miliar.

Proyeksi ini sama dengan debut domestik The Flash (2023) yang akhirnya tumbang di bioskop global dan mencatatkan kerugian besar bagi Warner Bros.

Meski demikian, Supergirl memiliki anggaran produksi lebih rendah, sekitar USD 170-175 juta, dibanding The Flash yang di atas USD 200 juta.

Film arahan Craig Gillespie ini diperkirakan butuh pendapatan global USD 315-425 juta untuk impas.

>>> Saham TPIA Melesat 21 Persen di Tengah Net Sell Investor Asing

Menjelang rilis 26 Juni 2026, Supergirl harus bersaing dengan Toy Story 5 dan Minions di musim panas yang padat.