Tim Nasional Sepak Bola Iran melayangkan protes keras kepada FIFA setelah mengalami kendala pengurusan visa yang memaksa mereka memindahkan markas latihan dari Arizona, Amerika Serikat, ke Meksiko menjelang Piala Dunia 2026.

Skuat asuhan Amir Ghalenoei telah mendarat di Meksiko pada Minggu (7/6) waktu setempat. Otoritas AS tidak menerbitkan visa untuk seluruh delegasi Iran, termasuk sejumlah ofisial penting.

>>> Kementan Akan Periksa 300 Perusahaan Sawit Terkait Harga TBS Petani

Beberapa nama yang didepak dari daftar persetujuan visa antara lain Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran Hedayat Mombeini dan Wakil Presiden Mehdi Mohammad Nabi.

Keluhan Pemain Iran

Bek Timnas Iran, Ehsan Hajsafi, menyuarakan keberatannya kepada FIFA setelah tiba di Meksiko. Ia mengaku senang tim akhirnya bisa tiba, namun kecewa dengan lambatnya proses visa.

"Dengan segala yang terjadi, visa akhirnya diterbitkan. Namun, secara pribadi, saya memiliki keluhan terhadap FIFA.

Mengapa prosesnya memakan waktu begitu lama?" ujar Hajsafi.

>>> Gempa M 7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Terdeteksi di Sembilan Wilayah Indonesia

Ia menambahkan bahwa visa hanya diterbitkan untuk pemain dan beberapa anggota staf pelatih. Beberapa ofisial inti seperti manajer tim, direktur eksekutif, dan direktur media tidak mendapat izin masuk.

Hajsafi menilai absennya ofisial tersebut dapat memengaruhi kestabilan tim di turnamen besar. Ia meminta FIFA segera menangani masalah ini agar situasi dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.

Dampak dari kebijakan visa ini membuat pergerakan Timnas Iran sangat terbatas selama fase grup.

>>> Yang Diharapkan dari Apple di WWDC 2026

Iran hanya diizinkan masuk ke AS pada hari pertandingan dan harus langsung kembali ke markas di Meksiko setelah laga usai.