Gempa M 7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Terdeteksi di Sembilan Wilayah Indonesia
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina pada Senin pagi sekitar pukul 07.37 waktu setempat.
United States Geological Survey (USGS) mencatat pusat gempa berada di kedalaman 35 kilometer.
>>> Yang Diharapkan dari Apple di WWDC 2026
Philippine Institute of Volcanology and Seismology (Phivolcs) mengonfirmasi bahwa lindu ini berpusat di lepas pantai Kota General Santos, Provinsi Sarangani, ujung paling selatan Pulau Mindanao.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung memetakan area terdampak dan merilis peringatan dini tsunami.
Sebanyak 25 wilayah berisiko, terdiri dari 15 wilayah berstatus Siaga dengan estimasi ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter, serta 10 wilayah berstatus Waspada dengan ketinggian di bawah 0,5 meter.
Melalui monitoring muka air laut, BMKG merekam gelombang tsunami di sembilan wilayah Indonesia. Berikut rinciannya:
Tahuna: 0,30 meter pukul 06:58 WIB; Loloda-Halmahera Barat: 0,09 meter pukul 07:20 WIB; Melonguane-Kepulauan Talaud: 0,32 meter pukul 07:27 WIB; Ulusiau-Sitaro: 0,18 meter pukul 07:27 WIB; Paleleh: 0,45 meter pukul 07:34 WIB; Tanjungsidupa: 0,32 meter pukul 07:39 WIB; Bitung: 0,29 meter pukul 07:51 WIB; Ternate: 0,14 meter pukul 07:51 WIB; Talengan-Sulut: 0,75 meter pukul 08:20 WIB.
BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami setelah evaluasi menyeluruh terhadap pergerakan gelombang laut di pesisir. Gelombang tertinggi tercatat di Talengan mencapai 0,75 meter.
>>> Saham BBCA Melemah ke Level 4.960 pada Sesi I, Aksi Jual Asing Mendominasi
Meskipun ketinggian gelombang kurang dari satu meter, BMKG mengingatkan bahwa tsunami dengan ketinggian di bawah setengah meter tetap berbahaya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr Abdul Muhari menegaskan, tsunami setinggi 50 cm pun bisa membunuh, merujuk pada pengalaman tsunami 2011 di Jayapura yang menelan satu korban jiwa.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa karakteristik pantai di Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Papua, dan Papua Barat didominasi formasi teluk.
Gelombang terbesar biasanya datang pada gelombang ketiga hingga kelima dengan jeda satu hingga tiga jam.
Masyarakat diminta menjauhi pantai setidaknya dua hingga tiga jam setelah perkiraan waktu tsunami tiba.
BMKG juga mengonfirmasi bahwa topografi pantai, terutama di kawasan teluk yang menyempit, dapat memperkuat amplitudo gelombang.
>>> BPOM: Banyak Pedagang Ritel Tak Bisa Bedakan Rokok Legal dan Ilegal
Mantan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono mengimbau stakeholder untuk fokus mengarahkan warga menjauh dari pantai, khususnya di daerah teluk sempit, karena potensi amplifikasi ketinggian tsunami.
Update Terbaru
9 Rekomendasi Rak Panci Terbaik untuk Dapur Rapi
Senin / 08-06-2026, 14:08 WIB
9 Rekomendasi Rak Panci Terbaik untuk Dapur Rapi dan Estetik
Senin / 08-06-2026, 14:04 WIB
Teh Kamomil Bantu Redakan Stres dan Insomnia, Ini Penjelasan Ahli
Senin / 08-06-2026, 14:04 WIB
Kawasaki Siap Luncurkan Motor Baru di Jakarta Fair 2026, Diduga Skutik Brusky 125
Senin / 08-06-2026, 14:04 WIB
Kemenhaj RI Evaluasi Toilet Perempuan di Mina untuk Haji 2026
Senin / 08-06-2026, 14:04 WIB
AS Usulkan Tarif Impor 10 Persen untuk Indonesia
Senin / 08-06-2026, 14:04 WIB
Kawasaki Siapkan Motor Baru di Jakarta Fair 2026, Diduga Skutik
Senin / 08-06-2026, 14:04 WIB
Makanan Jatuh Belum 5 Menit, Benarkah Masih Bersih? Ini Kata WHO
Senin / 08-06-2026, 14:01 WIB
AS Usulkan Tarif Impor 10 Persen untuk Indonesia, Masih Bersifat Dinamis
Senin / 08-06-2026, 14:01 WIB
Bahlil Pastikan Pasokan Gas Domestik Aman, PHK Industri Terhindar
Senin / 08-06-2026, 13:57 WIB
Pemerintah Sesuaikan Kuota Nikel RKAB 2026 dengan Kebutuhan Smelter
Senin / 08-06-2026, 13:57 WIB
Arus Keluar Dana Asing Tekan Pasar Keuangan Indonesia
Senin / 08-06-2026, 13:56 WIB
Pemerintah Izinkan Impor Migas Langsung Lewat Skema G2G
Senin / 08-06-2026, 13:56 WIB
Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami di Tujuh Wilayah Indonesia
Senin / 08-06-2026, 13:56 WIB






