EMMO, produsen motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), tengah membangun enam dealer di Papua. Langkah ini terjadi meskipun dealer di Jakarta belum beroperasi.

Dealer di Grogol, Jakarta Barat, masih dalam tahap pembangunan dan berstatus 'coming soon'. Sementara itu, enam dealer di Papua tersebar di Mimika, Wamena, Sorong, Manokwari, Merauke, dan Jayapura.

>>> Pelanggan IndiHome Telkomsel Tembus 10,3 Juta di Kuartal I/2026

Ekspansi juga direncanakan ke Tangerang, Bogor, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Namun, ketimpangan infrastruktur antara pusat dan daerah dinilai kontradiktif.

Kasus Markup Pengadaan Motor MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, diduga melakukan markup dalam pengadaan motor operasional MBG. Nilainya mencapai Rp 1,03 triliun untuk 21.801 unit kendaraan listrik.

Penyidik Jampidsus Kejagung menemukan indikasi pelanggaran.

PT YAT selaku vendor pemenang proyek dinilai tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki dealer atau bengkel aktif yang memadai.

>>> Google Sewa Infrastruktur AI SpaceX Rp16,6 Triliun per Bulan

Meski proses hukum berjalan, Kejaksaan Agung tidak menyita unit motor yang sudah didistribusikan ke daerah terpencil.

"Enggak (disita), kalau barangnya kan sudah distribusi di daerah," kata Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi.

Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry, menyatakan pengadaan 21.801 unit senilai Rp 1,03 triliun telah dibayarkan kepada PT YAT yang tidak memiliki dealer atau bengkel aktif dan terdapat markup.

>>> Telkom Siapkan Buyback Saham Rp4 Triliun dan Rombak Pengurus

Ketiadaan bengkel aktif di kota besar dan kasus markup triliunan rupiah menimbulkan risiko bagi keberlanjutan program MBG jangka panjang.