Pakar Desak Kementerian ESDM dan BUMN Buka Data Impor Migas Tanpa Tender
Dalam Pasal 7 Ayat (3) beleid itu dijelaskan dalam keadaan mendesak maka BUMN di sektor energi dapat melakukan pengadaan melalui mekanisme penunjukan langsung atau pembelian langsung dari penyedia luar negeri.
Langkah di atas dapat dilakukan meskipun terdapat perbedaan harga berdasarkan jumlah, jenis produk, negara asal, dan waktu pengiriman, sesuai kesepakatan kontrak pembelian.
Sejumlah kriteria yang dimaksud antara lain kondisi geopolitik yang berpotensi mengganggu kelancaran ketersediaan minyak, BBM, atau LPG secara global; gangguan rantai pasok komoditas migas di dalam dan luar negeri; bencana atau kondisi kahar dari negara pemasok; keterbatasan suplai yang mengakibatkan fluktuasi harga tinggi; hingga cadangan minimal migas di bawah ambang batas.
"Atas pengadaan impor dalam keadaan mendesak sebagaimana dimaksud pada Ayat (l) diperbolehkan adanya perbedaan harga berdasarkan jumlah, jenis produk, negara asal, dan waktu pengiriman, sesuai kesepakatan kontrak pembelian," bunyi Pasal 5 Ayat (3).
Adapun, impor tetap dilakukan berdasarkan rencana kebutuhan tahunan. Kemudian, pelaksanaan impor atas rencana kebutuhan tahunan dilakukan dengan persetujuan alokasi dari menteri.
Untuk diketahui, sepanjang 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia telah mengimpor migas senilai US$32,77 miliar.
Singapura menjadi negara asal impor migas tertinggi pada tahun lalu.
Di posisi kedua ada Malaysia dengan nilai impor migas sebesar US$5,31 miliar. Kemudian, Amerika Serikat (AS) dengan nilai impor migas mencapai US$3,01 miliar.
Adapun, Arab Saudi menduduki posisi ketiga dengan nilai impor sebanyak US$2,59 miliar kemudian disusul Nigeria dengan nilai impor mencapai US$2,45 miliar.
Per April 2026, impor komoditas migas Indonesia pada April 2026 mencapai US$4,6 miliar atau naik 82,52% secara tahunan (year on year/yoy).
>>> Direktur KB Bank Robby Mondong Mundur Jelang RUPST
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026, impor migas Indonesia tercatat sebesar US$12,93 miliar atau naik 17,58% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$11 miliar.
Update Terbaru
Saham BBCA Melemah ke Level 4.960 pada Sesi I, Aksi Jual Asing Mendominasi
Senin / 08-06-2026, 12:49 WIB
BPOM: Banyak Pedagang Ritel Tak Bisa Bedakan Rokok Legal dan Ilegal
Senin / 08-06-2026, 12:48 WIB
Emiten Ritel Siapkan Strategi Berbeda Hadapi Tekanan Kurs Rupiah
Senin / 08-06-2026, 12:48 WIB
Pelemahan Rupiah Dipicu Sentimen Geopolitik Timur Tengah dan Kebijakan The Fed
Senin / 08-06-2026, 12:48 WIB
Ramalan Zodiak Cinta: Capricorn hingga Sagitarius, Kesabaran Kunci Harmoni
Senin / 08-06-2026, 12:44 WIB
Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp7,63 Triliun, 100% dari Laba 2025
Senin / 08-06-2026, 12:44 WIB
Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Filipina Selatan, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Senin / 08-06-2026, 12:44 WIB
Kedutaan Iran di Indonesia Jelaskan Serangan Militer ke Palestina Utara
Senin / 08-06-2026, 12:39 WIB
Bocoran Redmi K100 Pro: Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Layar 185Hz
Senin / 08-06-2026, 12:36 WIB
KAI Targetkan Penggabungan Stasiun Karet dan BNI City Selesai November 2026
Senin / 08-06-2026, 12:36 WIB
Ramalan Zodiak Cinta: Capricorn hingga Sagitarius, Tips Jaga Keharmonisan Hubungan
Senin / 08-06-2026, 12:34 WIB
Pemerintah Sentralisasi Ekspor Batubara, Sawit, dan Ferroalloy Lewat BUMN
Senin / 08-06-2026, 12:34 WIB
IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Tertekan Sentimen Global
Senin / 08-06-2026, 12:32 WIB
CIMB Niaga Perkuat Commercial Banking untuk Dukung Ekspansi Bisnis Korporasi
Senin / 08-06-2026, 12:32 WIB






