Pengalaman multimedia ditunjang oleh kehadiran speaker stereo yang mendukung Spatial Audio dan Dolby Atmos.

Kualitas suara yang dihasilkan terdengar lantang dan jernih, membuat aktivitas menikmati konten hiburan terasa sangat memuaskan di kelas harganya.

>>> Trump Tegaskan Konflik Israel-Iran Tak Ganggu Negosiasi Damai

Performa Tangguh dari Chip A18 Pro

Dapur pacu yang ditenagai chip Apple A18 Pro bersama RAM 8 GB membuat performa harian terasa sangat responsif saat membuka banyak tab Safari maupun multitasking.

Skor single-core yang tinggi memastikan seluruh eksekusi sistem berjalan tanpa lag.

Untuk pengujian real-world, laptop fanless ini mampu menangani penyuntingan video 4K dengan nyaman tanpa kendala berarti.

Saat diuji memainkan game Wuthering Waves pada pengaturan default, frame rate yang dihasilkan tetap stabil dan minim stuttering.

Hanya saja, kapasitas SSD bawaan sebesar 256 GB dirasa akan cepat habis mengingat ukuran game modern yang masif, meskipun kecepatan baca dan tulisnya sudah tergolong instan di angka 1.590,2 MB/s dan 1.606,7 MB/s.

Daya Tahan Baterai Luar Biasa

Efisiensi daya menjadi aspek paling impresif dari baterai berkapasitas 36,5 Wh milik laptop ini. Bermain Wuthering Waves selama 30 menit berturut-turut hanya menguras daya sekitar 15%.

Untuk aktivitas produktivitas normal seperti mengetik dan browsing, baterai yang habis hanya berkisar 50% dalam satu hari kerja penuh, sehingga sanggup bertahan hingga dua hari.

Proses pengisian daya dari 0 hingga 100% menggunakan adaptor 20W memerlukan waktu selama 2 jam 10 menit.

Kelebihan dan Kekurangan

Berikut adalah poin-poin kelebihan yang ditawarkan: bodi unibody aluminium premium dari bahan daur ulang yang kokoh dan ringan; layar Liquid Retina 13 inci tajam dengan gamut warna P3 dan tanpa notch; performa chip Apple A18 Pro sangat responsif untuk harian hingga edit video 4K; daya tahan baterai luar biasa yang sanggup bertahan hingga dua hari penggunaan; kualitas audio speaker stereo jernih dengan Spatial Audio dan Dolby Atmos.