Persaingan laptop di segmen harga terjangkau semakin ketat.

Apple baru saja meluncurkan MacBook Neo seharga Rp9,2 juta yang mengandalkan desain premium dan efisiensi pemrosesan data ala iPhone.

>>> Prancis Hadapi Senegal di Laga Pembuka Grup I Piala Dunia 2026

Sebagai respons, AMD meluncurkan kampanye pemasaran untuk lini prosesor Ryzen 5 220 dan Ryzen 5 240.

Fokus utama AMD adalah menunjukkan kompatibilitas permainan PC yang luas di ekosistem Windows.

Dalam materi pemasaran, AMD mengklaim Ryzen 5 240 mampu menjalankan 20 game populer secara lancar pada resolusi 1080p.

Namun, 15 dari 20 game tersebut tidak memiliki versi asli untuk macOS.

Angka performa yang dipromosikan mencapai 14 fps hingga 17 fps.

Judul berat seperti Assassin Creed Shadows berjalan pada 17 fps dan Starfield di 14 fps dinilai janggal untuk dikategorikan ideal.

Secara teknis, pengalaman bermain game yang nyaman membutuhkan setidaknya 30 fps. Klaim AMD yang berada di bawah standar tersebut dinilai kurang presisi oleh para pengamat.

>>> Honor X70 Pro Max Resmi Meluncur dengan Baterai 8.560mAh

Hasil Pengujian Geekbench dan Grafis

Di luar gaming, perbandingan efisiensi antara cip Apple dan Ryzen membutuhkan pendekatan lebih komprehensif.

Berdasarkan Geekbench 6.6, MacBook Neo justru menorehkan hasil yang lebih memuaskan untuk tugas harian.

Skor impresif cip Apple mendominasi pengujian single-threaded dan multi-threaded. Untuk pengolahan grafis, teknologi Apple tercatat 50 persen lebih cepat pada indikator tertentu.

Fakta ini menunjukkan bahwa angka pemasaran AMD tidak merepresentasikan performa secara menyeluruh. Pengguna yang memprioritaskan produktivitas harian akan merasakan manfaat dari efisiensi perangkat keras Apple.

Keseimbangan Desain dan Fleksibilitas

Setiap ekosistem memiliki karakteristik teknis yang kontras. Laptop Windows dengan Ryzen menawarkan fleksibilitas tinggi melalui desain beragam dan port fisik yang melimpah.

Banyak laptop Windows juga mendukung layar sentuh. Sebaliknya, MacBook Neo memiliki keterbatasan port dan belum memiliki antarmuka sentuh.

>>> Mengenal Jenis Skin Booster dan Manfaatnya untuk Kesehatan Kulit

Namun, absennya fitur tersebut dikompensasi dengan integrasi perangkat keras dan lunak yang harmonis. Keputusan akhir bergantung pada kebutuhan nyata pengguna saat bekerja atau menikmati hiburan.