PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) menargetkan pendapatan sebesar Rp 412,57 miliar dan laba periode berjalan Rp 52,74 miliar pada tahun 2026.

Target ini ditopang oleh sejumlah proyek infrastruktur jalan dan aspal modifikasi.

>>> Lexus Indonesia Siap Luncurkan Sedan Elektrik Modern di GIIAS 2026

Kinerja keuangan perseroan menunjukkan tren positif setelah mencatat pertumbuhan signifikan pada awal tahun.

Pendapatan SOLA melesat 403,75% year on year (yoy) menjadi Rp 75,26 miliar pada kuartal I-2026, dengan laba bersih melonjak 10.830% yoy menjadi Rp 10,93 miliar.

Proyek Strategis Penopang Pendapatan

Salah satu proyek utama adalah pengerjaan peningkatan jalan hauling batubara milik PT Servo Lintas Raya sepanjang 36 km.

Direktur Utama SOLA Mochamad Bhadaiwi menyebut proyek tersebut sebagai kontrak terbesar yang pernah diperoleh perusahaan.

Selain itu, SOLA mengerjakan jalan hauling 10 km milik PT Royaltama Mulia Konstruksi dan memiliki kontrak tiga tahun penyediaan aspal emulsi untuk PT Pertamina Hulu Rokan.

Kontrak ini diharapkan memberikan pendapatan berulang.

Perseroan juga memasok aspal polimer, aspal emulsi, dan coldmix untuk proyek jalan tol dan jalan nasional di Indonesia.

Dukungan berasal dari tingginya alokasi anggaran infrastruktur pemerintah dan permintaan sektor pertambangan.

>>> Helium-3: Komoditas Langka Bernilai Rp32,8 Juta per Liter untuk Komputer Kuantum

Hingga kuartal I-2026, SOLA telah menggelontorkan investasi Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar untuk pembelian alat berat.

Bhadaiwi menekankan bahwa kebutuhan investasi alat berat menjadi prioritas guna mendukung kapasitas operasional proyek konstruksi.

Diversifikasi Bisnis dan Keunggulan Kompetitif

Di luar sektor aspal, SOLA melakukan diversifikasi dengan menjajaki teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) bersama APOLPO-USA, menyasar sektor semen dan PLTU.

Perseroan juga bersiap menjadi kontraktor EPC proyek PLTS.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai langkah ekspansi dan target keuangan SOLA ambisius namun rasional.

Ia menyebut aspal modifikasi sebagai keunggulan kompetitif karena terbuat dari material khusus yang meningkatkan ketahanan jalan.

Nafan mengingatkan SOLA untuk mewaspadai risiko fluktuasi harga bahan baku dan ketergantungan pada kebijakan infrastruktur pemerintah.

>>> Callum Turner Akhirnya Buka Suara soal Rumor James Bond

Diversifikasi bisnis dinilai penting meskipun saham perseroan belum termasuk likuid atau berkapitalisasi besar.