Pada saat yang sama, penjualan mobil ritel nasional Januari—April 2026 tercatat tumbuh 6,9% YoY menjadi sekitar 287.581 unit, menunjukkan permintaan kendaraan masih ada meski pemulihannya berlangsung bertahap.

Ivan mengakui perilaku konsumen memang berubah menjadi lebih selektif dan berhati-hati dalam mengambil pembiayaan.

Kendati begitu, dia menilai produk pembiayaan Danamon masih kompetitif dan relevan untuk menjaga pertumbuhan kredit kendaraan.

"Portofolio Kredit Kendaraan kami masih mencatatkan pertumbuhan yang positif dan tetap menjadi salah satu kontributor penting bagi bisnis retail," kata Ivan kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (7/6/2026).

Selain kredit kendaraan, pertumbuhan bisnis ritel Danamon juga ditopang oleh segmen kredit pemilikan rumah (KPR), kredit konsumsi, serta penguatan basis dana nasabah.

"Dengan portofolio yang terdiversifikasi, kami tetap optimis dapat mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan," ungkapnya.

Strategi serupa juga terlihat di industri perbankan secara umum. BCA, misalnya, mencatat portofolio kredit kendaraan bermotor mencapai Rp53,9 triliun per Maret 2026.

Perseroan menyatakan tetap menyesuaikan penyaluran kredit kendaraan dengan kondisi pasar dan kebutuhan nasabah sambil menjaga prinsip kehati-hatian.

Untuk menjaga permintaan, perbankan mengandalkan berbagai program promosi dan penawaran bunga khusus.

Danamon menawarkan bunga KPM Prima mulai 1,99% per tahun untuk tenor satu tahun, sedangkan BCA memberikan bunga spesial 2,15% flat per tahun dengan tenor tiga tahun dalam program BCA Expoversary 2026.

Di sektor multifinance, tekanan juga belum sepenuhnya menggerus minat masyarakat. CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan sebesar Rp1,89 triliun pada kuartal I/2026.

Nilai tersebut memang lebih rendah dibandingkan kuartal IV/2025 yang mencapai Rp1,98 triliun, tetapi masih menunjukkan daya tahan pasar pembiayaan kendaraan.

CNAF melihat konsumen kini lebih berhitung dalam mengambil keputusan finansial.

Sikap yang lebih kalkulatif itu dinilai menciptakan kualitas kredit yang lebih sehat sekaligus membuka ruang pertumbuhan ketika kepercayaan pasar mulai pulih.

Menariknya, penopang utama pertumbuhan pembiayaan baru CNAF justru berasal dari kendaraan ramah lingkungan.

Pada kuartal I/2026, segmen kendaraan baru berkontribusi 46% terhadap total pembiayaan baru atau sekitar Rp869 miliar. Dari jumlah tersebut, pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid mencapai Rp472 miliar.

>>> IHSG Ambles ke 5.389, Saham Big Banks Kompak Merosot

"Capaian ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan yang lebih efisien dan berkelanjutan," tutur manajemen kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (7/6/2026).