Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus puas menyandang predikat runner-up di turnamen Polytron Indonesia Open 2026.

Pasangan ini menunjukkan perlawanan sengit di final yang berlangsung di Istora Senayan, Minggu (7/6/2026).

>>> Depresiasi Rupiah Tekan Industri Alas Kaki, Biaya Bahan Baku Melonjak 40%

Mereka menghadapi ganda putra senior Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dalam laga bergengsi level Super 1000.

Pada gim pertama, Raymond/Joaquin tampil dominan dengan kombinasi serangan yang apik.

Raymond Indra menjadi penggebuk dari area belakang, sementara Nikolaus Joaquin sigap di depan net.

Namun, kematangan strategi Goh/Izzuddin menjadi titik balik pada gim kedua dan ketiga.

Pengamat bulu tangkis Broto Happy Wondomisnowo menilai hasil ini sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Ia memberikan apresiasi atas pencapaian Raymond/Joaquin yang berhasil menembus final turnamen Super 1000.

>>> Denmark vs Ukraina: Laga Persahabatan di Odense

"Raymond/Joaquin itu masih muda, jadi perlu waktu. Sekarang masuk final saja sudah luar biasa," kata Broto di Istora Senayan.

Menurutnya, kesempatan ini digunakan untuk mencari pengalaman dan mengukur kemampuan melawan pasangan senior.

Raymond/Joaquin kini berhasil menembus peringkat 10 besar dunia setelah mengalahkan sejumlah unggulan.

Salah satunya adalah ganda putra nomor satu Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang mereka kalahkan di babak 16 besar.

Broto berharap PBSI konsisten mengirim Raymond/Joaquin ke berbagai ajang BWF World Tour untuk menambah pengalaman.

Opsi menurunkan mereka ke turnamen level Super 300 juga direkomendasikan agar bisa merasakan atmosfer juara.

>>> Andy Roddick Bela Keputusan Mundur Matteo Arnaldi di Roland-Garros

"Harapannya bisa meraih juara, sehingga menambah motivasi untuk bertarung di level atas," pungkas Broto.