Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan skema penyerapan komoditas telur ayam ras guna menjaga keseimbangan harga di tingkat peternak.

Langkah ini diambil menyusul penurunan harga sejumlah bahan pangan hewani di pasar tradisional.

>>> Sentimen Negatif Investor terhadap Kebijakan Pemerintah Perlu Dibenahi

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga beberapa kebutuhan pokok bergerak bervariasi.

Harga beras kualitas bawah I naik Rp50 menjadi Rp14.650 per kg, sementara beras kualitas super I meningkat Rp50 menjadi Rp17.500 per kg.

Sebaliknya, beras kualitas bawah II bertahan di Rp14.450 per kg, beras medium I di Rp16.200 per kg, dan beras medium II di Rp16.050 per kg.

Harga minyak goreng curah naik Rp150 menjadi Rp20.700 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 1 dan 2 masing-masing naik Rp50.

Di sisi lain, harga gula pasir lokal turun Rp50 menjadi Rp19.100 per kg, sementara gula pasir premium tetap Rp20.250 per kg.

Pada sektor protein hewani, harga telur ayam ras segar merosot Rp100 menjadi Rp30.400 per kg, dan daging ayam ras segar melemah 2,68 persen menjadi Rp38.150 per kg.

Harga daging sapi kualitas I turun menjadi Rp148.500 per kg, diikuti daging sapi kualitas II yang terkoreksi menjadi Rp140.100 per kg.

Penurunan tajam terjadi pada cabai merah besar yang turun 11,64 persen menjadi Rp64.550 per kg, dan cabai merah keriting merosot 12,61 persen menjadi Rp61.000 per kg.

Harga cabai rawit hijau melemah 7,21 persen menjadi Rp55.350 per kg, sedangkan cabai rawit merah turun 8,19 persen menjadi Rp75.700 per kg.

>>> Pasar Kripto Memasuki Fase Seleksi Alam, Ribuan Proyek Mulai Hilang