Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 47,27 triliun pada kuartal I-2026.

Angka tersebut mengalami kontraksi tipis sebesar 0,5 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Como 1907 Batalkan Transfer Chiesa dan Cambiaso karena Harga Terlalu Tinggi

Premi reguler menyumbang Rp 28,17 triliun dari total pendapatan, namun nilainya turun 5,2 persen secara tahunan.

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Wianto Chen, menyatakan penurunan premi reguler dipicu situasi perekonomian yang masih penuh tantangan.

Ia menilai tekanan ini hanya bersifat sementara dan prospek jangka panjang segmen tersebut tetap positif.

"Impact-nya saya pikir itu wajar sementara karena situasi ekonomi. Kalau dari sisi premi reguler memang ada kontraksi sedikit pada kuartal I-2026.

Namun, tiga tahun berturut-turut itu tumbuhnya positif.

Pada kuartal I-2026 sebenarnya lebih tinggi dari kuartal I-2024," ujar Wianto dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

>>> Jadwal Program Televisi Senin, 8 Juni 2026 ada Film Bioskop, Kuis, India dan Sinetron di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE serta Link Nonton

Optimisme pemulihan premi reguler didasari data historis yang menunjukkan pertumbuhan positif selama tiga tahun berturut-turut.

Sementara itu, pendapatan dari premi tunggal mencatatkan pertumbuhan positif.

AAJI menghimpun premi tunggal sebesar Rp 19,10 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 7,4 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Wianto mengungkapkan lonjakan premi tunggal didorong oleh peningkatan volume penjualan produk unitlink dan kontribusi asuransi kumpulan.

Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional AAJI, Handojo Kusuma, menambahkan kenaikan premi tunggal menjadi angin segar bagi industri di tengah tantangan ekonomi makro.

>>> Daftar Harga Motor Listrik Juni 2026: Alva dan United Turun Drastis, Polytron Naik

"Jadi, saya kira menjadi indikasi positif di tengah situasi saat ini," kata Handojo.