Emiten Ritel Naikkan Harga Jual Akibat Tekanan Nilai Tukar Rupiah
Sejumlah emiten ritel nasional mulai menyesuaikan harga jual produk di gerai mereka. Langkah ini dipicu oleh tekanan nilai tukar rupiah yang mendorong kenaikan biaya dari pihak pemasok.
Penyesuaian harga dilakukan oleh pengelola jaringan Ranch Market, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), dan pengelola Alfamidi, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
>>> Portugal Uji Coba Lawan Chile Sebelum Piala Dunia 2026
Dampak pada Konsumen
Manajemen RANC menyatakan bahwa penyesuaian harga sudah terjadi di tingkat vendor. Meskipun demikian, dampaknya terhadap perilaku konsumen kelas menengah ke atas diprediksi masih terbatas.
"Iya, sebagian besar sudah ada penyesuaian harga. Karena dari pihak vendornya sendiri sudah melakukan penyesuaian harganya," ujar Hady, perwakilan PT Supra Boga Lestari Tbk.
Pihak perusahaan mengonfirmasi adanya pergeseran pola belanja pelanggan. Konsumen menjadi lebih selektif dalam bertransaksi.
"Sebenarnya dari segi segmentasi market kita cukup baik, karena segmennya kan menengah ke atas ya.
Jadi secara daya beli seharusnya tidak impacted too much, tapi tentu mereka akan lebih wise dalam pemilihan barang," tambah Hady.
>>> Mathew Baker Catat Rekor Debut Termuda di Timnas Indonesia
Kondisi serupa dialami oleh PT Midi Utama Indonesia Tbk. Perusahaan melihat potensi kenaikan harga pada komoditas ritel dengan kandungan impor tinggi, seperti susu dan bahan pangan.
"Tapi pada prinsipnya apabila principal menaikkan harga, maka otomatis Alfamidi akan menaikkan harga juga. Kita adalah retailer, jadi tidak mungkin tidak ada kenaikan harga.
Tapi kenaikan harga kembali tergantung pada principal," jelas Suantopo Po, Finance Director MIDI.
Kinerja Keuangan Positif
Meskipun menghadapi tekanan kurs, kedua perusahaan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan positif pada kuartal I-2026.
PT Supra Boga Lestari Tbk membukukan pendapatan Rp 823,45 miliar, tumbuh 9,23 persen. Perusahaan juga membalikkan rugi menjadi laba bersih sebesar Rp 7,17 miliar.
>>> 8 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Fokus Bekerja di Tengah Kebisingan
Sementara itu, PT Midi Utama Indonesia Tbk meraup pendapatan neto Rp 5,88 triliun. Laba bersihnya tumbuh 39,5 persen menjadi Rp 265,5 miliar.
Update Terbaru
Hari Pertama Konser EXO di Jakarta, Chanyeol: Aku Rindu Kalian
Sabtu / 06-06-2026, 21:17 WIB
Cipta Cendikia dan Putri JP Juara Hydroplus Soccer League Jakarta
Sabtu / 06-06-2026, 21:17 WIB
Timnas Belgia Jamu Tunisia dalam Laga Uji Coba di Brussels
Sabtu / 06-06-2026, 21:16 WIB
Insinyur Amazon Protes Investasi Pusat Data AI di Tengah PHK Massal
Sabtu / 06-06-2026, 21:16 WIB
Timnas Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026 Usai Kalah Adu Penalti dari Bosnia
Sabtu / 06-06-2026, 21:16 WIB
Ratu Sofya Laporkan Produser Film Dosa ke Polda Metro Jaya
Sabtu / 06-06-2026, 21:16 WIB
4 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan untuk Gaming dan Streaming
Sabtu / 06-06-2026, 21:13 WIB
Global CIO Forum Luncurkan Women in Technology Initiative untuk Perkuat Kepemimpinan Perempuan
Sabtu / 06-06-2026, 21:12 WIB
Aplikasi AI Website Builder Jadi Solusi Praktis bagi Profesional Digital
Sabtu / 06-06-2026, 21:12 WIB
Medco Energi Bagikan Dividen Tunai US$ 87 Juta untuk Tahun Buku 2025
Sabtu / 06-06-2026, 21:12 WIB
Dokter Rio: Nyeri Pinggang Sebelum Tidur Bukan Saraf Kejepit
Sabtu / 06-06-2026, 21:12 WIB
Sabri Lamouchi Rotasi Pemain Tunisia Hadapi Belgia
Sabtu / 06-06-2026, 21:08 WIB
Sabri Lamouchi Peringatkan Tunisia Jelang Uji Coba Lawan Belgia
Sabtu / 06-06-2026, 21:07 WIB
PSSI Proses Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Timnas
Sabtu / 06-06-2026, 21:07 WIB






