GAME Masuk Administrasi dengan Utang £15,8 Juta, Laporan Sebut Digital Gaming dan Brexit
Ritel video game legendaris Inggris, GAME, resmi masuk administrasi dengan total utang mencapai £15,8 juta. Hal ini terungkap dalam laporan administrator yang baru dirilis oleh KR8 Advisory.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa GAME telah mengalami penurunan penjualan game fisik selama bertahun-tahun.
>>> Todd Howard Akui Sering Dapat Ide dari Reddit, Bethesda Terus Dengarkan Fans
Perubahan perilaku konsumen, persaingan ketat, dan dampak ekonomi Brexit disebut sebagai faktor utama yang membuat bisnis ini tidak lagi berkelanjutan.
Penurunan Finansial GAME
Administrator James Saunders dan Lauren Wentworth dari KR8 Advisory ditunjuk setelah GAME masuk administrasi awal tahun ini.
Laporan mencatat bahwa pada puncaknya tahun 2012, GAME mengoperasikan sekitar 300 toko di Inggris dan mengelola merek GAME serta GameStation.
Namun, profitabilitas menurun tajam. Pada 2016, laba perusahaan turun 71%, dan tahun berikutnya mencatat kerugian operasional sebesar £7,1 juta.
Administrator menulis bahwa kondisi pasar tetap sulit karena perubahan perilaku konsumen, transisi dari game fisik ke digital, ketidakpastian Brexit, dan meningkatnya persaingan.
Pada 2019, Frasers Group mengakuisisi kekayaan intelektual GAME untuk menstabilkan bisnis. Namun, tantangan terus berlanjut.
Hingga 2025, musim liburan yang krusial pun gagal memberikan penjualan yang dibutuhkan untuk membalikkan keadaan.
>>> 14 Pasangan Anime dengan Chemistry yang Terasa Alami dan Berkesan
Masa Depan Ritel Game Fisik
Laporan juga menyoroti tren industri yang lebih luas.
Tidak ada peluncuran konsol besar sejak 2020, sementara kekurangan semikonduktor global menunda perilisan perangkat keras baru yang biasanya mendorong penjualan ritel.
Penerbit dan platform holder semakin beralih ke distribusi digital. Layanan seperti PlayStation Store, Xbox Store, Steam, dan Nintendo eShop mengurangi ketergantungan konsumen pada toko fisik.
Sony telah mengonfirmasi rencana menghentikan produksi cakram fisik untuk game first-party PlayStation mulai 2028.
Administrator juga menyebut dampak ekonomi Brexit yang mempengaruhi belanja konsumen di Inggris.
Bank of England menyatakan Brexit telah mengurangi output ekonomi jangka panjang negara itu, memberikan tekanan tambahan pada peritel di pasar yang sudah kompetitif.
>>> 20 Klasik Seinen Anime yang Layak Ditonton Ulang
Meskipun GAME pernah menjadi bagian penting dari komunitas game Inggris, laporan administrator menunjukkan bahwa keruntuhannya mencerminkan perubahan struktural yang lebih luas dalam ritel game fisik, bukan sekadar kegagalan bisnis tunggal.
Update Terbaru
Headband Ikonik Lamine Yamal di Piala Dunia 2026, Ternyata Punya Makna Penting
Selasa / 21-07-2026, 12:38 WIB
BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun, Kapan Harganya Disesuaikan?
Selasa / 21-07-2026, 12:38 WIB
LYON Juara EWC 2026 Free Fire, Wakil Indonesia Gagal Podium
Selasa / 21-07-2026, 12:38 WIB
DPR Paripurna Penutupan Masa Sidang, Hampir Separuh Anggota Absen
Selasa / 21-07-2026, 12:36 WIB
DPR Sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Ini Isinya
Selasa / 21-07-2026, 12:35 WIB
Igor Tolic Dukung Timnas Indonesia Juara AFF 2026
Selasa / 21-07-2026, 12:35 WIB
Polisi Tangkap Lagi 4 Tersangka Pemerkosa Remaja Sampang, 10 Buron
Selasa / 21-07-2026, 12:35 WIB
Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Versi Keluarga
Selasa / 21-07-2026, 12:35 WIB
Penampakan Desa di Peru Porak-poranda Diguncang Dua Gempa Sekaligus
Selasa / 21-07-2026, 12:35 WIB
500 Ribu Turis Serbu Desa Terpencil Gegara Gerhana Matahari Langka
Selasa / 21-07-2026, 12:35 WIB
Prabowo: Danantara Kini Kelola Aset Lebih dari Rp17.960 Triliun
Selasa / 21-07-2026, 12:33 WIB
Ketua DPD: Pemerintah Komit Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Daerah
Selasa / 21-07-2026, 12:33 WIB
Perbaiki Kaos Kaki saat Gol Torres, Simeone Dihujat Publik Argentina
Selasa / 21-07-2026, 12:33 WIB
Daftar 11 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026
Selasa / 21-07-2026, 12:29 WIB







