Teknologi antarmuka otak-komputer (BCI) menjadi sorotan di World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Pengunjung dapat memainkan game Black Myth: Wukong hanya dengan menggunakan aktivitas otak.

Demonstrasi ini menggunakan headset EEG non-invasif yang menerjemahkan sinyal saraf menjadi perintah dalam game.

>>> Bedak Wardah untuk Kulit Berminyak: Rekomendasi dan Ulasan

Hal ini memberikan gambaran bagaimana pengalaman bermain game di masa depan bisa melampaui kontroler tradisional.

Demo tersebut dibagikan oleh penggemar AI, Huang Lu, di platform X. Menurut staf di pameran, headset hanya membutuhkan waktu kalibrasi sekitar lima menit sebelum bisa digunakan.

Sinyal Otak Gantikan Kontrol Tradisional

Sistem ini bekerja dengan menangkap dan memecahkan kode aktivitas saraf, lalu mengubah niat pengguna menjadi perintah.

Penyelenggara WAIC 2026 menjelaskan bahwa sistem non-invasif ini menangkap dan memecahkan kode sinyal saraf, kemudian mengubah niat pengguna menjadi perintah perangkat.

Teknologi serupa sudah mulai dieksplorasi untuk aplikasi medis, seperti pemantauan tidur, sistem peringatan epilepsi, dan pemantauan anestesi.

Berbeda dengan BCI konsumen lain yang membutuhkan pengguna membayangkan tindakan tertentu, sistem WAIC menggunakan Steady-State Visual Evoked Potentials (SSVEP).

Huang Lu menjelaskan bahwa otak menghasilkan sinyal EEG unik sebagai respons, yang dideteksi oleh headset dan diterjemahkan menjadi kontrol dalam game.

>>> Shueisha Minta Maaf Akibat One Piece Card Bikin Majalah Ludes, Hentikan Kartu Promo

Sistem ini menampilkan beberapa target visual berkedip di layar, dengan setiap frekuensi kedipan sesuai dengan input kontrol yang berbeda.

Potensi Aksesibilitas dan Keterbatasan

Meskipun teknologi masih dalam tahap awal, demonstrasi ini menyoroti potensinya untuk membuat game lebih mudah diakses oleh pemain dengan mobilitas terbatas atau disabilitas fisik.