DPR Pertemukan Otoritas Fiskal dan Moneter untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar pertemuan mendadak dengan otoritas fiskal dan moneter pada Sabtu (6/6) pagi.
Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi perkembangan ekonomi nasional dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
>>> Trailer FF7 Remake Part 3 Ungkap Judul Final Fantasy VII Revelation
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa koordinasi kebijakan ekonomi ini dilakukan dengan mempertemukan pemerintah serta kedua otoritas tersebut.
"Pagi hari ini kami DPR sengaja berkumpul dengan teman-teman otoritas moneter maupun fiskal dan pemerintah untuk mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi," ujarnya.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang akan ditindaklanjuti oleh masing-masing lembaga sesuai kewenangan mereka. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar.
Fokus pada Daya Tarik Instrumen Keuangan
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memaparkan bahwa koordinasi difokuskan pada penguatan daya tarik instrumen keuangan domestik.
Tujuannya agar arus modal asing kembali masuk ke pasar Indonesia dan menekan dampak aliran modal keluar akibat suku bunga global.
"Oleh karena itu fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," kata Perry Warjiyo.
Pemerintah dan Bank Indonesia juga bersepakat mengelola kas negara secara terkoordinasi dengan operasi moneter. Langkah ini untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan secara berkelanjutan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapan pemerintah mendukung Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi kebijakan.
"Kita akan mendukung bank sentral memperkuat koordinasi supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian," ujarnya.
Purbaya menambahkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah harus membawa pengaruh positif terhadap daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat.
>>> BI Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah untuk Tekan Beban Bunga Utang
"Yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah itu," katanya.
Update Terbaru
KPK Susun Konstruksi Pasal Pencucian Uang Kasus Imigrasi Silmy Karim
Rabu / 22-07-2026, 12:15 WIB
Nanik Mundur dari BGN karena Sakit, Jabatan Komisaris Pertamina Dipertahankan
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
Pendapatan Adhi Karya Turun 18,37% di Semester I, Laba Bersih Naik
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
BEI Pantau Keras Saham JELI Akibat Anjlok Parah
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
45 Hari di BGN, Nanik Mundur: MBG Harus Dievaluasi Total
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
Charlize Theron Akui Salah Fokus karena Terus Menatap Tubuh Matt Damon di The Odyssey
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
57% Warga Indonesia Simpan Data KTP di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
Penjualan LCGC Anjlok 18,4% di Semester I 2026, Tergerus Mobil Listrik Murah
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
DPR Sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Ini Tujuannya
Rabu / 22-07-2026, 12:11 WIB
Vivo X300E Resmi Pre-Order, Baterai 7.200 mAh dan Kamera Zeiss Jadi Andalan
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Samsung Luncurkan Bespoke AI Refrigerator untuk Dukung Manajemen Dapur di Musim Sekolah
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspada Bisa Jadi Gejala GERD
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Sarwendah dan Ruben Onsu Hadiri Sidang Mediasi Hak Asuh Anak
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Ini Manfaatnya
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB







