Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright menyatakan bahwa penurunan harga bensin nasional pada akhirnya memerlukan penyelesaian dengan Iran.

Hal ini guna meningkatkan pasokan minyak yang melewati Selat Hormuz.

>>> Ahli IPB Jelaskan Alasan Nata de Coco Tetap Aman Dikonsumsi

Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian operasional kembali fasilitas minyak dan gas lepas pantai Sable di dekat Santa Barbara, California.

Kebijakan lingkungan yang ketat di wilayah itu turut dituding menjadi penyebab tingginya harga bahan bakar setempat yang mencapai US$6 per galon.

Pemerintah pusat kini bersiap mengambil langkah intervensi tambahan demi menekan harga bensin di California.

Wright mengaku telah mencoba membuka ruang komunikasi dengan Gubernur California Gavin Newsom untuk membantu operasional kilang minyak lokal yang terpuruk pascapenutupan dua fasilitas baru-baru ini.

"Langkah terbaik adalah mencabut beberapa peraturan yang telah memaksa dua kilang terakhir untuk tutup," kata Chris Wright.

Upaya diplomasi terus dilakukan oleh pihak kementerian untuk meyakinkan otoritas wilayah setempat mengenai dampak regulasi tersebut terhadap ekonomi masyarakat.

"Saya tentu telah mencoba untuk berdialog dengan gubernur di sini untuk mengatakan, mengapa Anda mengorbankan warga California tanpa manfaat apa pun?"

tutur Wright.

>>> Dokter Anak Imbau Batasi Makanan Olahan dan Gula demi Kesehatan Usus

Solusi Jangka Panjang

Ketika menanggapi pertanyaan mengenai solusi jangka panjang untuk lonjakan harga bahan bakar bagi seluruh masyarakat AS, Wright menegaskan pentingnya faktor geopolitik Timur Tengah.

"Jalan untuk menurunkan harga bensin dan solar adalah dengan meningkatkan aliran minyak melalui Selat Hormuz," ujarnya.

Penyelesaian konflik dengan pihak Teheran dianggap menjadi kunci utama kestabilan pasokan energi global ke depan. "Pada akhirnya itu akan menjadi resolusi dengan Iran," kata Wright.