Dokter Anak Imbau Batasi Makanan Olahan dan Gula demi Kesehatan Usus
Orangtua diminta membatasi konsumsi makanan olahan dan gula pada anak demi menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Imbauan ini disampaikan dokter spesialis anak dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.
A dalam acara Digestion Expert Lab di Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
>>> Transmart Gelar Full Day Sale 7 Juni 2026, Diskon Fashion hingga 70 Persen
Ketidakseimbangan mikroorganisme baik di saluran cerna sejak dini dapat mengganggu penyerapan nutrisi, nafsu makan, suasana hati, hingga tumbuh kembang anak.
Makanan ultra proses (UPF) disebut menghilangkan nutrisi asli dan menyulitkan bakteri baik bertahan.
"Itu adalah dua musuh utama si bakteri baik.
Semakin banyak gula dan semakin banyak ultra-processed food yang masuk ke dalam tubuh anak, itu lumayan mengganggu," jelas dr. Miza.
Perubahan kondisi lambung dan usus akibat pangan olahan mendorong orangtua beralih ke makanan utuh yang bervariasi. Konsumsi makanan alami menjadi kunci melindungi ekosistem pencernaan balita.
"Bagian itu yang harus dijajakin, selain kita masukin berbagai macam variasi dalam bentuk real food," paparnya.
Batas Konsumsi Gula Harian Anak
Selain makanan ultra proses, gula tambahan buatan pabrik juga merusak populasi mikroorganisme sehat dan memicu risiko obesitas dini.
>>> Unilever Indonesia Bagikan Dividen Final Rp4,33 Triliun untuk Buku 2025
Batas aman konsumsi gula harian bagi anak di atas dua tahun adalah 25 gram, sedangkan anak di bawah dua tahun disarankan 10–15 gram.
"Batasnya adalah buat anak di atas dua tahun, dia adalah 25 gram sehari. Di bawah umur dua tahun gimana?
Sebenarnya ada yang bilang 10 sampai 15 gram," sebut dr. Miza.
Pembentukan pola makan sehat sejak dini dapat didukung dengan pemberian sayuran segar dan potongan buah langsung dari dapur.
Bahan nabati kaya serat alami berfungsi sebagai prebiotik yang menjadi sumber makanan utama bakteri baik usus.
"Kita cuma perlu memberikan anak dengan real food, karena masing-masing real food di dalamnya itu terkandung jenis-jenis probiotik yang sangat bervariasi," terang dr. Miza.
Saluran pencernaan anak yang rutin menerima asupan serat utuh terbukti memiliki daya tahan lebih kuat dalam menangkal serangan penyakit.
>>> Mahasiswa ITS Ciptakan Hi-VITS, Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik
"Serat yang alami itu semakin bagus buat saluran pencernaan kita. Nah serat alami dapatnya dari sayuran atau misalnya buah-buahan," tutup dr. Miza.
Update Terbaru
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 22 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Diposisi 7
Selasa / 21-07-2026, 17:00 WIB
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB







