OJK: Akun Konsumen Kripto Tembus 21,7 Juta per April 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,7 juta pada April 2026.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,57 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 21,37 juta akun.
>>> FIFA Larang Penonton Bawa Botol Minum ke Stadion Piala Dunia 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers, Jumat (5/6/2026).
Selain pertumbuhan akun, nilai transaksi aset kripto pada April 2026 mencapai Rp22,98 triliun, sementara nilai transaksi derivatif aset keuangan digital tercatat Rp5,10 triliun.
Nilai transaksi kripto pada April tersebut mengalami pemulihan setelah pada Maret 2026 sempat turun 8,51 persen mtm menjadi Rp22,24 triliun dari Rp24,31 triliun pada Februari.
Adi Budiarso menilai aset kripto masih menarik karena inovasi teknologi dan diversifikasi produk yang semakin beragam.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk waspada dan memahami karakteristik instrumen ini secara mendalam, termasuk legalitas platform, profil risiko, dan melakukan riset mandiri.
"Kripto merupakan instrumen investasi yang menarik, berisiko tinggi, sehingga membutuhkan pendekatan berbasis literasi yang kuat, bukan spekulasi semata," ujar Adi.
>>> Kredit Macet Fintech P2P Lending Meningkat, Mendekati Ambang Batas OJK
Potensi pasar ke depan dinilai semakin menarik dengan adanya tokenisasi real world asset (RWA) sebagai underlying transaksi yang penerbitannya diawasi OJK untuk perlindungan konsumen.
OJK menegaskan fokus pengawasan tidak hanya pada profitabilitas pedagang aset keuangan digital, tetapi juga pada kecukupan modal, tata kelola, keandalan teknologi, dan keamanan dana konsumen.
Adi berharap industri ini terus bertumbuh, mendukung perekonomian, dan memberikan alternatif investasi baru yang menarik bagi anak muda Indonesia yang melek digital.
Sementara itu, CEO Indodax William Sutanto menyampaikan prospek positif jangka menengah hingga panjang untuk aset kripto utama dunia.
Menurutnya, meredanya ketidakpastian makroekonomi dan kejelasan regulasi global seperti CLARITY Act di AS dapat mendorong kembalinya arus dana ke produk ETF Bitcoin.
Namun, analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah, tingginya harga energi, ketidakpastian inflasi, dan potensi kebijakan moneter ketat masih membebani pergerakan Bitcoin.
>>> Peruri Luncurkan Ijazah Digital Nasional untuk Cegah Pemalsuan Dokumen
Secara teknikal, jika tekanan jual berlanjut, area US$56.000 menjadi level support penting karena memiliki riwayat aktivitas transaksi tinggi.
Update Terbaru
Cyberpunk 2077: Jadi Korporat Jahat yang Impian, Meski Harus Berpikir Keras soal Egois
Rabu / 22-07-2026, 06:45 WIB
Steve McBee Sr Tunjuk Mantan Istri sebagai Presiden Interim McBee Farms
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Badai Parah Landa AS Timur Sebelum Cuaca Lebih Sejuk
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Mutsumi Aoki Luncurkan Manga Baru Seinaru Hime no Kakushigoto
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
WNBA Umumkan Peserta Kontes Tiga Angka All-Star Weekend
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
Warren Buffett Peringatkan Risiko Pasar Saham Meningkat Akibat Valuasi Tinggi
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Savannah Guthrie Kembali ke Today Sebelum Syuting Wordle
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Star Wars: The Mandalorian and Grogu Kini Tersedia di Platform Digital
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Nespresso dan Blue Bottle Coffee Luncurkan NOLA STYLE BLEND, Iced Coffee Premium dengan Cita Rasa Chicory
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
10 Rekomendasi HP dengan AI On-Device Terbaik 2026, Bisa Jalan Tanpa Internet
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Rasio Staking Ethereum Tembus 33,9%, 40,7 Juta ETH Terkunci
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Hukuman Larry Millete, Pembunuh Istri yang Hilang, Akan Dibacakan September
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Polisi Kumpulkan Lebih dari 100 Senjata Api di Acara Encinitas
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Nuanu Luncurkan Sutala Market, Target Masuk 5 Besar Destinasi Gastronomi Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 06:35 WIB







