FIFA Larang Penonton Bawa Botol Minum ke Stadion Piala Dunia 2026
FIFA secara resmi melarang penonton membawa botol minum ke dalam stadion untuk ajang Piala Dunia 2026. Keputusan ini diumumkan hanya sepekan sebelum turnamen dimulai.
Kebijakan baru ini mengubah aturan sebelumnya, di mana penonton kini dilarang membawa wadah air minum berbahan plastik. FIFA beralasan langkah ini untuk meminimalkan risiko keamanan selama pertandingan.
>>> Kredit Macet Fintech P2P Lending Meningkat, Mendekati Ambang Batas OJK
Pihak penyelenggara khawatir adanya potensi pelemparan botol yang dapat mencederai pemain maupun suporter. Namun, kebijakan tersebut langsung menuai kritik tajam karena dinilai abai terhadap aspek kesehatan.
Pembatasan ini dianggap meningkatkan risiko dehidrasi dan serangan panas bagi penggemar yang hadir di stadion. Publik juga mencurigai adanya kepentingan komersial di balik alasan keamanan.
Kebijakan ini diduga berkaitan dengan mitra minuman ringan global yang mengedarkan produk air kemasan tertentu. Kecaman keras datang dari jajaran pemerintah daerah tempat penyelenggaraan pertandingan.
Kritik dari Pejabat Toronto
Wali Kota Toronto, Olivia Chow, menilai langkah FIFA sebagai upaya berlebihan untuk meraup keuntungan finansial. "Kenapa Anda harus membeli air minum botolan kalau bisa membawa air sendiri?
>>> Peruri Luncurkan Ijazah Digital Nasional untuk Cegah Pemalsuan Dokumen
Itu lebih murah dan bagus untuk lingkungan juga. Ini keterlaluan," ungkap Chow kepada CTV News.
Anggota dewan kota Toronto, Josh Matlow, juga menyatakan keberatan mendalam.
"Kesehatan dan keselamatan publik jelas lebih penting ketimbang FIFA membatasi para penggemar untuk hanya membeli produk minuman kola," cuitnya di X.
Matlow mendesak pemerintah kota untuk menolak permintaan FIFA yang dinilainya tamak dan tidak masuk akal.
>>> Utilisasi Smelter RKEF Turun Jadi 76% Akibat Pemangkasan Kuota Nikel
Pemerintah kota didesak mengambil sikap tegas terhadap aturan yang mengorbankan hak-hak dasar pendukung tim nasional.
Update Terbaru
Cyberpunk 2077: Jadi Korporat Jahat yang Impian, Meski Harus Berpikir Keras soal Egois
Rabu / 22-07-2026, 06:45 WIB
Steve McBee Sr Tunjuk Mantan Istri sebagai Presiden Interim McBee Farms
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Badai Parah Landa AS Timur Sebelum Cuaca Lebih Sejuk
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Mutsumi Aoki Luncurkan Manga Baru Seinaru Hime no Kakushigoto
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
WNBA Umumkan Peserta Kontes Tiga Angka All-Star Weekend
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
Warren Buffett Peringatkan Risiko Pasar Saham Meningkat Akibat Valuasi Tinggi
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Savannah Guthrie Kembali ke Today Sebelum Syuting Wordle
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Star Wars: The Mandalorian and Grogu Kini Tersedia di Platform Digital
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Nespresso dan Blue Bottle Coffee Luncurkan NOLA STYLE BLEND, Iced Coffee Premium dengan Cita Rasa Chicory
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
10 Rekomendasi HP dengan AI On-Device Terbaik 2026, Bisa Jalan Tanpa Internet
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Rasio Staking Ethereum Tembus 33,9%, 40,7 Juta ETH Terkunci
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Hukuman Larry Millete, Pembunuh Istri yang Hilang, Akan Dibacakan September
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Polisi Kumpulkan Lebih dari 100 Senjata Api di Acara Encinitas
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Nuanu Luncurkan Sutala Market, Target Masuk 5 Besar Destinasi Gastronomi Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 06:35 WIB







