PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) membukukan pendapatan sebesar Rp676,19 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.

Angka ini meningkat 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp572,8 miliar.

>>> Sam Levinson Pastikan Serial Euphoria Berakhir di Musim Ketiga

Perusahaan jasa penunjang pertambangan ini juga mencatat laba usaha Rp87,98 miliar dan laba periode berjalan Rp61,95 miliar.

Kinerja positif tersebut didukung oleh posisi kas dan setara kas yang melonjak menjadi Rp346,07 miliar pada akhir Maret 2026, dari Rp169,32 miliar pada akhir 2025.

Peningkatan likuiditas memperkuat ketahanan finansial modal kerja dan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) dari 0,87 kali menjadi 0,67 kali.

Penurunan ini terjadi setelah pelunasan pinjaman bank jangka pendek.

Profitabilitas bisnis inti tetap solid dengan proyeksi EBITDA kuartal I/2026 mencapai Rp210,6 miliar dan margin EBITDA sebesar 31 persen.

Valuasi saham MINE saat ini tergolong murah dengan PE rasio tahunan 3,6 kali dan PBV 0,9 kali.

>>> Kati Morton Ungkap 5 Kebiasaan yang Membuat Hidup Tidak Bahagia

Analis Apresiasi Kinerja Keuangan MINE

Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan, memberikan pandangan positif terhadap kinerja keuangan MINE pada Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, perusahaan tidak hanya bertumbuh secara operasional, tetapi juga berhasil memperkuat struktur keuangan.

Alfred menilai kualitas pertumbuhan emiten terlihat dari kapasitas perusahaan dalam memproduksi kas dan membenahi struktur permodalan.

Ia juga menyoroti valuasi saham yang masih menarik dan potensi dividen yield di atas 8 persen untuk tahun buku 2026.

Kombinasi ekspansi usaha, peningkatan likuiditas, penurunan leverage, dan profitabilitas yang kuat menegaskan kualitas fundamental MINE.

>>> PP Nomor 24 Tahun 2026 Terbit, Pengusaha Beri Catatan Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Ketahanan ini dipertegas oleh kemampuan perusahaan membagikan dividen meskipun baru genap satu tahun melaksanakan Initial Public Offering (IPO).