Kati Morton Ungkap 5 Kebiasaan yang Membuat Hidup Tidak Bahagia
Banyak orang tanpa sadar terjebak dalam kebiasaan yang membuat hidup tidak bahagia. Pola perilaku ini sering diulang karena pernah memberikan rasa aman atau nyaman.
Terapis berlisensi Kati Morton membahas pola-pola tersebut dalam bukunya Why Do I Keep Doing This? : Unlearn the Habits Keeping You Stuck and Unhappy.
>>> PP Nomor 24 Tahun 2026 Terbit, Pengusaha Beri Catatan Kebijakan Ekspor Satu Pintu
Ia menjelaskan akar kebiasaan yang menghambat perkembangan diri.
Lima Kebiasaan yang Perlu Diwaspadai
Kebiasaan pertama adalah keinginan untuk mengontrol semua situasi. Ini merupakan strategi bertahan hidup yang sering terbentuk sejak masa kanak-kanak.
Ketika dewasa, pola ini memicu kecenderungan terlalu banyak berpikir dan mengkritik diri sendiri. Memahami alasan di balik kebutuhan mengontrol dapat membantu melepaskan pola lama.
Kebiasaan kedua adalah selalu berusaha menyenangkan orang lain. Sikap ini didorong oleh rasa takut akan penolakan atau konflik.
Menghabiskan energi demi keinginan orang lain dapat memicu rasa kesal, kelelahan, hingga depresi. Solusinya adalah berhenti sejenak sebelum berkata 'ya'.
>>> Kemenkeu Targetkan Pertumbuhan Penerimaan Pajak 20,5 Persen pada 2026
Ketiga, sikap terlalu perfeksionis. Di balik dorongan menjadi lebih baik, terdapat perasaan tidak cukup yang mendalam.
Penawarnya bukan menurunkan standar, melainkan mengalihkan fokus ke hubungan antarmanusia. Pertumbuhan muncul dari kemauan mencoba, gagal, dan belajar.
Keempat, menekan perasaan dan emosi. Banyak orang menganggap memendam emosi sebagai tanda kedewasaan, padahal itu bentuk pengabaian diri.
Emosi yang terpendam bermanifestasi sebagai kecemasan, sensitivitas tinggi, atau kelelahan. Belajar merasakan emosi membantu menghadapi ketidaknyamanan tanpa kehilangan kendali.
Kelima, anggapan salah tentang melepaskan. Melepaskan bukan berarti tidak peduli, melainkan bentuk kepercayaan bahwa diri mampu menghadapi kehidupan apa adanya.
>>> BCA Bagikan Dividen Interim Pertama Rp20 per Saham
Saat melepaskan ilusi kendali, seseorang memberi ruang bagi otentisitas diri. Tujuannya adalah berhenti hidup dalam ketakutan, bukan berhenti peduli atau merencanakan hidup.
Update Terbaru
5 Kapal Induk Terbesar di Dunia: Raksasa Laut yang Mengagumkan
Kamis / 23-07-2026, 02:16 WIB
Lemak Babi Ternyata Lebih Sehat dari Banyak Buah dan Sayur
Kamis / 23-07-2026, 02:16 WIB
Bantal Gaming Switch 2: Aksesori Paling Aneh yang Pernah Diuji, Kini Diskon
Kamis / 23-07-2026, 02:14 WIB
Call of Duty: Black Ops 7 Perluas Ricochet Anti-Cheat untuk Atasi Kecurangan di Ranked
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
AS Pertimbangkan Serangan Militer terhadap Sekutu Al-Qaeda di Mali
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
Mitch Keller Hadapi Gerrit Cole di Final Seri Pirates vs Yankees
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
Valencia Kalahkan Eldense 3-0 di Laga Uji Coba Pramusim
Kamis / 23-07-2026, 02:08 WIB
Lynx Kalahkan Storm 105-102 Berkat Duet McBride dan Miles
Kamis / 23-07-2026, 02:08 WIB
Ratusan Jurnalis Desak WHCA Hadapi Trump soal Serangan ke Pers
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Evolusi Penyimpanan Data Game: Dari Memory Card PS1 hingga Cloud Save
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Suami Denise Richards Minta Istri Dihukum Contempt karena Tunggakan Nafkah
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
KJ Apa Akui Makan Fast Food yang Sudah Dikencingi
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Penyanyi R&B Nivea Umumkan Diagnosis Leukemia
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan Poco yang Kebagian Update Android 17
Kamis / 23-07-2026, 02:05 WIB







