PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) merealisasikan pembagian dividen interim pertama tahun buku 2026 sebesar Rp20 per saham.

Keputusan ini diumumkan pada Jumat (5/6/2026) di Jakarta.

>>> BCA Mulai Bagikan Dividen Interim Termin Pertama Rp20 per Saham

Direksi BCA dengan persetujuan Dewan Komisaris menyepakati pembagian keuntungan tersebut. Pertimbangannya meliputi kinerja keuangan kuartal I/2026, permodalan yang solid, likuiditas memadai, dan kualitas aset yang terjaga.

Pengembangan bisnis perseroan dan entitas anak juga menjadi landasan penentuan dividen interim ini. Kebijakan pembagian dividen setiap kuartal sebelumnya telah disampaikan dalam RUPST pada 12 Maret 2026.

Presiden Direktur BBCA, Hendra Lembong, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemegang saham. Ia bersyukur dapat merealisasikan rencana dividen interim pada kuartal II tahun buku 2026.

Menurut Hendra, hal ini menjadi terobosan baru bagi perseroan dan diharapkan menambah cashflow bagi pemegang saham. Manajemen memproyeksikan nominal dividen interim termin berikutnya setara dengan tahap pertama ini.

Per Maret 2026, BCA mencatat pertumbuhan penyaluran kredit 5,6% YoY menjadi Rp994 triliun.

>>> Pertamina Terapkan Strategi Pertumbuhan Ganda untuk Transisi Energi

Capaian ini ditopang dana murah (CASA) yang tumbuh 11,2% YoY menjadi Rp1.089 triliun, dengan laba bersih konsolidasi Rp14,7 triliun.

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 15 Juni 2026, ex dividen pada 17 Juni 2026.

Record date jatuh pada 18 Juni 2026, dan pembayaran dilakukan pada 26 Juni 2026.

Dividen interim ini akan diakumulasikan sebagai bagian dari dividen final tahun buku 2026 yang membutuhkan persetujuan pemegang saham pada RUPST 2027.

>>> BPOM Sarankan Istilah Low Sugar untuk Label Produk Makanan

Pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), saham BBCA terkoreksi 6,45% ke level Rp5.075.