Penerimaan Pajak hingga Mei 2026 Capai Rp834,4 Triliun, Tumbuh 22,1%
Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2026 mencapai Rp834,4 triliun.
Angka ini tumbuh 22,1 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp683,3 triliun.
>>> KPK Geledah Rumah Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan adanya perbaikan signifikan di sektor pajak dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari capaian April 2026 yang sebesar 16,1 persen.
Pertumbuhan Ditopang Konsumsi dan Perdagangan
Peningkatan penerimaan pajak didorong oleh hampir seluruh lini perpajakan.
Pajak Penghasilan (PPh) Badan terkumpul Rp167,7 triliun atau tumbuh 23,9 persen, sementara PPh Orang Pribadi dan PPh 21 mencapai Rp123,1 triliun dengan pertumbuhan 26 persen.
Sektor konsumsi menjadi pendorong utama melalui kombinasi PPN dan PPnBM yang melesat 41,3 persen menjadi Rp315,7 triliun.
Sementara itu, PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 membukukan Rp138,7 triliun atau tumbuh 5,2 persen.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 25,5 persen dan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 52,4 persen.
Industri pengolahan menyumbang 23,6 persen dengan pertumbuhan 19,7 persen.
>>> S&Game Mundurkan Jadwal Rilis Phantom Blade Zero ke Oktober 2026
Sektor pertambangan memberikan kontribusi 9,1 persen dengan pertumbuhan 28,2 persen.
Sektor pengangkutan dan pergudangan juga ikut andil dengan sumbangan 4,6 persen dan kenaikan 16,8 persen secara tahunan.
Secara kumulatif, total pendapatan negara terkumpul Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen.
Kepabeanan dan cukai meraih Rp123,8 triliun (tumbuh 0,7 persen), sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp226,4 triliun (tumbuh 19,9 persen).
Di sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4 persen hingga akhir Mei 2026.
Penyerapan anggaran yang agresif ini menyebabkan defisit anggaran sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,7 persen terhadap PDB.
Meskipun defisit, posisi keseimbangan primer nasional tetap surplus sebesar Rp58,6 triliun.
>>> Polrestabes Medan Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Ibu Hamil di Deli Serdang
Hal ini memastikan pemerintah tidak menerbitkan utang baru untuk mendanai kewajiban berkala, termasuk pembayaran bunga utang jatuh tempo.
Update Terbaru
Bangladesh Kembali Terapkan Aturan 'Kecuali Israel' di Paspor
Selasa / 21-07-2026, 10:28 WIB
Kebiasaan 'Kretek' Leher untuk Usir Pegal, Benarkah Bisa Picu Stroke?
Selasa / 21-07-2026, 10:28 WIB
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Ujian Pertama dari Kamboja
Selasa / 21-07-2026, 10:28 WIB
TelkomGroup dan BW Digital Resmi Mendaratkan Kabel Laut NCC di Batam
Selasa / 21-07-2026, 10:28 WIB
Doa Menyembelih Ayam dan Tata Cara yang Benar Menurut Islam
Selasa / 21-07-2026, 10:28 WIB
Pedagang Ternak di Batu Viral karena Wajah Mirip Yesus
Selasa / 21-07-2026, 10:28 WIB
Rudal Balistik Iran Hantam Asrama Tentara AS di Yordania, Tiga Tewas
Selasa / 21-07-2026, 10:28 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp9 Ribu Jadi Rp2,601 Juta Per Gram
Selasa / 21-07-2026, 10:24 WIB
Putri KW Bersyukur Usai Singkirkan Wakil Tuan Rumah di China Open
Selasa / 21-07-2026, 10:24 WIB
Fun Games dan Cek Kesehatan Gratis Meriahkan Wellnest Festival 2026
Selasa / 21-07-2026, 10:24 WIB
Naskah Khutbah Jumat 24 Juli 2026 Singkat dan Penuh Makna: 'Perbedaan adalah Anugerah Terindah dari Allah'
Selasa / 21-07-2026, 10:21 WIB
Google Siapkan Chip AI Frozen v2, Gemini Diklaim Jauh Lebih Efisien
Selasa / 21-07-2026, 10:21 WIB
Kemkomdigi Temukan Penjual Kartu SIM Aktifkan Pakai Wajah Sendiri, Konsumen Dirugikan
Selasa / 21-07-2026, 10:21 WIB
Dua Buah dalam Al Quran yang Bantu Turunkan Kolesterol
Selasa / 21-07-2026, 10:21 WIB







