Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 mencapai Rp 180,4 triliun.

Angka tersebut setara dengan 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), naik dibandingkan defisit April 2026 yang sebesar Rp 164,4 triliun atau 0,64 persen PDB.

>>> Seres dan ByteDance Siapkan Merek Mobil Listrik Saidou dengan Teknologi AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi pendapatan negara hingga Mei 2026 telah mencapai Rp 1.185 triliun, atau 37,6 persen dari target tahun ini sebesar Rp 3.153,6 triliun.

"Ada perbaikan signifikan di pajak dibandingkan tahun lalu.

Tahun lalu full year pertumbuhan pajak negatif, sekarang positif, mungkin nanti akan 20% atau lebih," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

>>> Kementerian ESDM Genjot Produksi Minyak Domestik untuk Tekan Impor

Di sisi lain, realisasi belanja negara tumbuh 34,4 persen secara tahunan menjadi Rp 1.365,4 triliun, atau 35,5 persen dari pagu APBN.

Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional tetap baik dan membantah spekulasi negatif terkait pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

"Kondisi fiskal amat baik, semua dirjen memastikan itu dengan baik," katanya.

>>> Timnas Indonesia Incar Kemenangan Perdana Atas Oman Setelah 38 Tahun

Keseimbangan primer tercatat surplus Rp 58,6 triliun, sementara realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp 379,4 triliun atau 55,1 persen dari target APBN 2026.