Rupiah Dekati Rp18.000 Per Dolar AS Picu Kenaikan Harga Barang Impor
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Pergerakan ini terus dipantau pelaku pasar karena dampaknya yang luas terhadap perekonomian.
>>> NVIDIA Belum Mau Luncurkan Chip Laptop RTX Spark untuk Handheld PC
Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah ditutup melemah 0,71 persen atau turun 125,50 poin ke level Rp17.966 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS menguat ke posisi 99,30.
Tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor global dan domestik.
Dari luar negeri, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Iran, AS, dan negara-negara Teluk membayangi pasar keuangan.
Kekhawatiran terhadap rantai pasok global juga meningkat akibat situasi di Selat Hormuz. Jalur laut strategis ini merupakan rute distribusi sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia.
Dari dalam negeri, sentimen negatif dipengaruhi oleh laju inflasi Mei 2026 yang naik 0,28 persen secara bulanan.
Selain itu, surplus neraca perdagangan pada April 2026 menyempit tajam, meskipun Indonesia masih mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Dampak pada Harga Barang Impor
Jika dolar AS menembus dan bertahan di atas Rp18.000, dampaknya tidak hanya dirasakan investor. Masyarakat luas akan merasakan kenaikan harga berbagai barang kebutuhan sehari-hari.
Depresiasi rupiah otomatis menaikkan biaya impor.
Sebagai ilustrasi, kewajiban impor senilai US$1 juta membutuhkan Rp16 miliar saat kurs Rp16.000, namun membengkak menjadi Rp18 miliar ketika kurs menyentuh Rp18.000.
Kenaikan beban operasional ini pada akhirnya dibebankan kepada konsumen melalui penyesuaian harga jual.
Kondisi ini sulit dihindari karena banyak industri domestik masih bergantung pada bahan baku, komponen, dan mesin impor.
Industri elektronik dan teknologi menjadi salah satu sektor paling sensitif. Mayoritas gawai yang dipasarkan di dalam negeri menggunakan komponen impor seperti chipset, layar, kamera, baterai, dan memori.
Update Terbaru
New York Knicks Kalahkan San Antonio Spurs pada Game 1 Final NBA
Jumat / 05-06-2026, 12:25 WIB
Intel Luncurkan Prosesor Arc G-Series untuk Konsol Handheld
Jumat / 05-06-2026, 12:24 WIB
Minat LSUV Bekas Meningkat, Model Lawas Dijual Mulai Rp 80 Jutaan
Jumat / 05-06-2026, 12:24 WIB
Cara Mencairkan Sebagian Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 10 Persen
Jumat / 05-06-2026, 12:24 WIB
Rupiah Tembus Rp18.074 per Dolar AS, Ekonom Ingatkan Risiko Berantai
Jumat / 05-06-2026, 12:24 WIB
Bank Sentral India Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,25 Persen
Jumat / 05-06-2026, 12:22 WIB
Sutradara Devil May Cry Isyaratkan Season 3 sebagai Penutup Trilogi
Jumat / 05-06-2026, 12:22 WIB
Netflix Dikabarkan Siapkan Devil May Cry Season 3 sebagai Penutup Trilogi
Jumat / 05-06-2026, 12:21 WIB
Serahkan Diri ke KPK, Profil Silmy Karim Disorot dari Karier BUMN hingga Kehidupan Keluarga
Jumat / 05-06-2026, 12:20 WIB
Bursa Mobil Bekas Sediakan Pilihan LSUV Mulai Rp 80 Jutaan
Jumat / 05-06-2026, 12:20 WIB
Malware WeedHack Retas Ratusan Ribu Akun Pemain Minecraft
Jumat / 05-06-2026, 12:20 WIB
BSI Bagikan Dividen Tunai Rp1,51 Triliun, Naik 44% per Saham
Jumat / 05-06-2026, 12:20 WIB
Malware WeedHack Retas 116 Ribu Akun Pemain Minecraft
Jumat / 05-06-2026, 12:16 WIB






