NVIDIA memperkenalkan chip laptop terbaru bernama RTX Spark dalam ajang Computex beberapa waktu lalu. Kehadirannya langsung memicu spekulasi tentang kemungkinan penggunaan di perangkat genggam atau handheld PC.

Namun, CEO NVIDIA Jensen Huang menegaskan bahwa perusahaan belum tertarik membawa komponen tersebut ke segmen handheld. Prioritas utama saat ini adalah fokus pada laptop.

>>> Bank Aladin Syariah Cetak Lonjakan Laba Bersih Hingga 304 Persen

Meski demikian, Huang mengindikasikan adanya peluang kemitraan dengan merek lain yang ingin mengadaptasi RTX Spark ke perangkat genggam.

Ia membuka pintu bagi kolaborasi semacam itu.

Spesifikasi dan Tantangan Arsitektur

Dari segi spesifikasi, RTX Spark sebenarnya sangat ideal untuk handheld. Chip ini menawarkan performa bertenaga dengan efisiensi daya yang tinggi.

>>> Jadwal Pencairan Gaji ke-13 ASN Juni 2026, PPPK Paruh Waktu Juga Dapat

Namun, RTX Spark menggunakan arsitektur Arm, sementara mayoritas game saat ini dirancang untuk sistem x86. Perbedaan ini diperkirakan akan menurunkan performa saat menjalankan game berat.

Meskipun memiliki jumlah core yang mirip dengan RTX 5070, daya tahan baterai diklaim mampu bertahan seharian penuh.

>>> Iuran DPLK Konvensional Tumbuh 9,54 Persen per Maret 2026

Kehadiran chip ini memicu pertanyaan apakah ia bisa menjadi kompetitor tangguh bagi Strix Halo milik AMD jika diadaptasi ke handheld.