PT Bank Aladin Syariah Tbk. membukukan lonjakan laba bersih sebesar 304,48 persen sepanjang tahun 2025. Laba bersih perusahaan mencapai Rp150,7 miliar.

Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan aset yang naik 53,89 persen menjadi Rp14,4 triliun.

>>> Jadwal Pencairan Gaji ke-13 ASN Juni 2026, PPPK Paruh Waktu Juga Dapat

Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh agresif 92,18 persen hingga Rp10,4 triliun.

Sektor pembiayaan Bank Aladin Syariah tercatat naik 9,58 persen menjadi Rp5,2 triliun. Jumlah nasabah pun menembus 3,7 juta, meningkat 12,1 persen dari tahun sebelumnya.

Strategi Ekspansi Ekosistem Digital

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi menyatakan pencapaian ini hasil dari efektivitas strategi pengembangan produk. Penguatan layanan digital dan perluasan kolaborasi ekosistem menjadi faktor pendorong utama.

Memasuki tahun 2026, perseroan fokus memperluas jaringan ekosistem digital bersama mitra strategis. Langkah ini untuk mengoptimalkan akuisisi nasabah baru dan mendongkrak penghimpunan dana murah (CASA).

Sinergi offline-to-online (O2O) bersama Grup Alfamart menjadi salah satu pilar kekuatan, memanfaatkan lebih dari 23.000 gerai ritel.

>>> Iuran DPLK Konvensional Tumbuh 9,54 Persen per Maret 2026

Kolaborasi juga diperluas dengan Flip, Mekari, Persis Solo, Muhammadiyah, BAZNAS, dan MUI.

Bank Aladin Syariah kini resmi ditunjuk oleh BPKH sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH).

Peran ini memperkuat posisi perseroan dalam ekosistem keuangan syariah nasional.

Target Jaringan Transaksi dan Pembiayaan

Pada kuartal I/2026, emiten perbankan syariah ini mengantongi laba bersih Rp23,3 miliar. Perseroan berencana memperbanyak layanan digital dan memperkuat konektivitas transaksi lewat jaringan ATM BCA.

Penetrasi segmen nasabah ritel menengah ke atas akan ditingkatkan melalui layanan Aladin Premier. Produk pembiayaan syariah yang lebih kompetitif juga akan dikembangkan bersama mitra strategis dengan prinsip kehati-hatian.

>>> Xi Jinping Dijadwalkan Kunjungi Korea Utara Juni 2026

Koko Rachmadi optimistis integrasi ekosistem digital lintas sektor menjadi solusi utama mengakselerasi inklusi keuangan. Langkah ini diambil di tengah upaya industri perbankan syariah memperbesar pangsa pasar nasional.