Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Korea Utara pada 8 hingga 9 Juni 2026.

Langkah ini diambil untuk memperkuat kembali hubungan diplomatik antara Beijing dan Pyongyang.

>>> Kemenkeu Bidik Dugaan Underinvoicing Eksportir Batu Bara

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa lawatan tersebut terlaksana atas undangan langsung dari Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un.

Sebelumnya, Kim Jong Un telah menghadiri parade militer di Beijing pada September 2025.

Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara terjadi setelah ia menggelar pertemuan puncak terpisah di Beijing bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan lalu.

Upaya Beijing merangkul kembali Pyongyang menguat seiring intensifnya hubungan Korea Utara dengan Moskow.

Pesan Diplomatik China

Peneliti senior di Asia Society, John Delury, menilai kunjungan ini mengandung pesan tersirat. "Pesan tersirat dari pihak China adalah...

kita masih menjadi aktor utama dalam hal Korea Utara," ujarnya.

>>> PT BSA Logistics Indonesia Tbk Raup Laba Bersih Rp45,3 Miliar, Naik 342 Persen

Delury juga menyebut bahwa salah satu audiens dari langkah ini adalah Rusia. "Pada tingkat simbolis, penting bagi Xi untuk terus memantau apa yang terjadi di Pyongyang," tambahnya.

Hubungan transportasi kedua negara mulai pulih dengan beroperasinya kembali layanan kereta penumpang rute Beijing-Pyongyang serta penerbangan Air China sejak Maret.

Namun, akses perjalanan saat ini masih terbatas bagi pelaku bisnis dan mahasiswa pertukaran.

Bagi Xi Jinping, lawatan ke Pyongyang menjadi perjalanan luar negeri pertamanya pada tahun 2026.

Sejak memimpin China pada 2012, ia tercatat baru sekali mengunjungi Korea Utara dan dua kali ke Korea Selatan.

Bersamaan dengan rencana pertemuan ini, Kim Jong Un baru saja meninjau pabrik material nuklir baru dan menginstruksikan perluasan eksponensial persenjataan atom.

>>> Gencatan Senjata Lebanon Ditolak Hezbollah, Upaya Damai AS Hadapi Hambatan Baru

Kunjungan Xi diharapkan dapat menjaga stabilitas regional di Semenanjung Korea.