Kelompok Hezbollah yang didukung Iran menolak proposal gencatan senjata baru di Lebanon pada Kamis.

Di saat yang sama, Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah tersebut.

>>> BPOM: Sebagian Besar Pedagang Ritel Tak Tahu Ciri Rokok Ilegal

Perkembangan itu dinilai menghambat upaya Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan konflik dan mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Dampak pada Pasar Global

Reli saham yang ditopang optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) mulai kehilangan momentum setelah produsen chip Broadcom melaporkan kinerja yang dinilai belum memenuhi ekspektasi pasar.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,6% pada awal perdagangan Asia.

Pasar saham Korea Selatan menjadi yang paling tertekan, dengan indeks KOSPI anjlok lebih dari 6%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 turun 1,3%.

Kepala Strategi Investasi Saxo Charu Chanana menilai, pasar saat ini berada dalam mode menghindari risiko (risk-off).

Menurutnya, Korea Selatan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari siklus pertumbuhan industri memori AI.

Ketika hasil Broadcom mengecewakan ekspektasi terkait AI, investor langsung mengurangi eksposur terhadap seluruh rantai industri semikonduktor.

"Masalahnya bukan permintaan AI yang menghilang, tetapi ekspektasi pasar yang sudah terlalu tinggi. Bahkan kinerja yang baik tidak lagi cukup jika prospek ke depan tidak terus meningkat," ujarnya.

Sentimen negatif juga merambat ke pasar berjangka AS.

Kontrak berjangka Nasdaq turun 1%, sementara futures S&P 500 melemah 0,5% setelah sesi perdagangan yang beragam di Wall Street.

Di Eropa, futures Euro Stoxx 50 turun 0,2%, futures DAX Jerman melemah 0,5%, sedangkan futures FTSE Inggris bergerak relatif datar.

Harga Minyak Menuju Kenaikan Mingguan