Bahwa Indonesia kan negara pengekspor juga ya," ucap Anton.

"Nah, negara pengekspor, kalau ada sumber daya atau apa pun yang kita bisa ekspor, dolarnya naik, pendapatanannya naik.

>>> Audi A4 dengan Turbin Pesawat: Solusi Gila untuk Turbo Lag

Nah, di wilayah-wilayah itu bagaimana kita bisa melayani konsumen di wilayah itu juga. Kenapa?

Saya melihat bahwa penjualan di luar Jawa ini juga sebenarnya trennya cukup meningkat," lanjutnya.

Alih-alih menyusutkan jaringan, Auto2000 justru memanfaatkan peluang dari pusat ekonomi baru di luar Jawa. Kawasan tersebut dinilai masih menyediakan ruang pertumbuhan yang luas bagi industri kendaraan roda empat.

Indikasi positif terlihat dari pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah luar Jawa yang tercatat lebih tinggi dibanding wilayah lain.

Oleh karena itu, Auto2000 mengembangkan jaringan secara lebih terarah.

"Karena kan Q1 kemarin keluar informasi GDP cukup baik lah ya. Tapi kalau kita bandingkan, wilayah-wilayah di luar Jawa ini sebenarnya peningkatannya lebih tinggi lagi.

Nah kesempatan ini yang juga harus kita lihat.

Mungkin skala investasi atau penetrasinya nggak perlu sebesar di Jawa, tapi kita bisa selektif melihat wilayah mana yang potensial," kata Anton.

Rencana Tambah Cabang Baru

Berbeda dengan sebagian pelaku industri yang memangkas jaringan, Auto2000 tetap membuka opsi untuk menambah kantor cabang baru.

Namun, ekspansi ini dilakukan secara selektif dengan mengukur potensi riil pasar di tiap daerah.

"Bahkan sampai hari ini pun kita masih merencanakan penambahan-penambahan cabang, walaupun skalanya tidak terbesar, di wilayah-wilayah tersebut. Jadi setelah selektif, kita akan mengambil kesempatan juga.

Jadi saat ini kita melihat strategi networking kita dari situ," ujar Anton.

Ia menegaskan, esensi strategi utama Auto2000 adalah senantiasa memantau pergerakan konsumen dan perkembangan pasar. Langkah ini memastikan jaringan layanan hadir di lokasi yang memiliki kebutuhan nyata.

>>> Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan GBK Akhir Pekan Ini

"Di mana konsumen berada, market akan bergerak ke mana, kita akan ikuti terus. Dan saya rasa ini strategi yang baik," kata Anton.