Di tengah dinamika industri otomotif nasional yang menantang, Auto2000 selaku jaringan diler dan bengkel resmi Toyota justru memilih untuk memperluas jaringan secara selektif ke luar Pulau Jawa.

Keputusan ini diambil setelah perusahaan melihat potensi pasar jangka panjang yang masih besar di Indonesia, terutama di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

>>> GP Hungaria Kembali ke Kalender MotoGP 2026 di Sirkuit Balaton Park

Chief Executive Officer (CEO) Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, menyatakan bahwa pihaknya enggan berkomentar mengenai strategi merek lain, namun menegaskan keyakinannya terhadap prospek pasar otomotif nasional.

"Saya enggak bisa komen ya untuk merek lain atau diler lain.

Tapi kalau Auto2000, kita melihat, satu, secara jangka panjang Indonesia tetap merupakan pasar yang besar," kata Anton di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Anton, peluang pertumbuhan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Auto2000 mendeteksi potensi pasar yang terus berkembang di Sumatra dan Kalimantan.

Ia menjelaskan bahwa selama ini jaringan diler cenderung menumpuk di kota-kota besar dan pusat perdagangan. Namun, pergeseran hunian dan aktivitas ekonomi ke daerah pinggiran membuka titik pertumbuhan baru.

"Karena memang selama ini kebanyakan posisi cabang banyak fokus ke kota-kota besar atau pusat-pusat perdagangan yang ternyata sekarang juga bergeser.

Bergeser ke pinggiran. Misalnya, perumahan-perumahan saja sudah bergeser ke pinggiran.

Kita review," katanya.

Selain faktor demografi, Auto2000 juga mengamati pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah yang berpotensi menjadi ceruk baru bisnis otomotif.

Anton menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa berdampak positif bagi daerah dengan basis ekonomi ekspor.

"Kemudian banyak juga ekonomi yang berkembang di wilayah-wilayah lain. Kita juga berharap bahwa dengan kenaikan dolar ini ada opportunity lain.