Motown Museum di Detroit tengah menjalani renovasi besar-besaran senilai $75 juta (sekitar Rp1,2 triliun) yang didanai oleh para donatur.

Proyek ini dijadwalkan selesai pada 2027.

>>> Mantan Kepala PlayStation: Xbox Harus Pilih Jadi Penerbit atau Platform dengan Eksklusif

Ekspansi seluas 40.000 kaki persegi (3.716 meter persegi) ini dibangun di sekitar rumah asli Hitsville USA.

Di rumah inilah lagu-lagu hits Stevie Wonder, Marvin Gaye, dan Diana Ross & The Supremes ditulis, dilatih, dan direkam.

Robin Terry, Ketua dan CEO Motown Museum, mengatakan Motown telah menjadi sumber kebanggaan dan inspirasi selama puluhan tahun.

"Pengunjung datang ke rumah kecil Hitsville USA untuk menyentuh ruang magis tempat para ikon musik memulai karier mereka," ujarnya.

Dampak Pariwisata dan Ekonomi

Saat ini, Motown Museum mencatat lebih dari 100.000 pengunjung setiap tahun. Setelah ekspansi, jumlah itu diperkirakan meningkat menjadi setidaknya 325.000 per tahun.

Jennifer Ollinger, Direktur Senior Pariwisata Visit Detroit, mengatakan Motown Museum menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik dan internasional.

Motown juga menjadi bagian dari promosi untuk menarik bisnis mengadakan konvensi dan konferensi di Detroit.

Paul Riser Sr., mantan penata musik Motown, berharap museum ini mendapat promosi setara dengan landmark lain di AS.

>>> Film Gettysburg Tetap Populer di Kalangan Penggemar Puluhan Tahun Setelah Rilis

Ia membandingkan potensi Motown dengan Times Square di New York. "Setiap kali saya memikirkan Motown, saya membayangkan Times Square," katanya.

Kota-kota di AS telah lama mempromosikan warisan musik untuk menarik wisatawan.

Rock and Roll Hall of Fame di Cleveland menarik 500.000 orang per tahun, sementara Nashville dengan sejarah musiknya mendatangkan sekitar 17 juta orang setiap tahun.