Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memfinalisasi perjanjian kerja sama dengan Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEx).

Langkah ini akan membuka akses bagi investor domestik untuk bertransaksi saham-saham global melalui instrumen Single Stock Futures (SSF).

>>> Saya Mengaktifkan Alat Google Labs yang Mengubah Cara Saya Mengatur Minggu

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa perjanjian tersebut akan memungkinkan saham-saham besar yang tercatat di bursa Hong Kong menjadi underlying kontrak berjangka.

Dua emiten yang disebut sebagai underlying awal adalah BYD Company Limited dan Tencent Holdings Limited.

Dengan adanya SSF, investor Indonesia dapat melakukan lindung nilai atau spekulasi terhadap pergerakan harga saham global tanpa harus memiliki saham fisik.

>>> Christopher Nolan: Para Pemain The Odyssey Benar-benar Belajar Berlayar

Instrumen ini diharapkan meningkatkan likuiditas dan variasi produk derivatif di pasar modal Indonesia.

BEI terus berupaya memperluas akses investor terhadap aset global sejalan dengan perkembangan pasar keuangan.

>>> The Future Games Show Kembali Bulan Depan dengan Tiga Acara dan Puluhan Pengumuman

Kerja sama dengan HKEx menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat integrasi pasar modal Indonesia dengan bursa internasional.