Lukisan "Nyi Roro Kidul" (1950) dan "Maria Assumpta" (1935) adalah dua karya populer Basoeki Abdullah. Keduanya bisa Anda nikmati di Museum Basoeki Abdullah, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Bangunan museum dulunya adalah kediaman sang pelukis. Baru diresmikan sebagai museum pada 2001.

>>> Gelombang Panas Parah Hantam Perayaan HUT Ke-250 AS

Dengan tiket Rp5 ribu, pengunjung bisa melihat karya Basoeki sekaligus 'mengintip' keseharian pria yang akrab disapa Pak Bas ini.

Gedung museum terdiri dari tiga lantai. Koleksi utama berada di lantai 1 dan 2, sementara lantai 3 digunakan untuk pameran khusus.

Jejak Langkah di Lantai Pertama

Lantai pertama memamerkan kliping publikasi tentang Basoeki. Ada juga foto Basoeki bersama Affandi dan S.

Sudjojono pada 1989.

Di sisi lain, terdapat lukisan wajah Ratna Sari Dewi, istri Presiden Soekarno yang berdarah Jepang.

Di lantai 2, pengunjung disambut lima panel lukisan besar yang mengabadikan kepala negara peserta Gerakan Non-Blok 1992.

Salah satu yang menonjol adalah lukisan Presiden Soeharto dengan latar Merah Putih.

Di ruang yang sama, alat dan bahan lukis Basoeki seperti kuas, palet, dan cat minyak tertata rapi di balik kaca.

Dari Solo ke Istana Dunia

Basoeki lahir di Solo pada 1915, putra pelukis R. Abdullah dan cucu Dokter Wahidin Sudirohusodo.

Bakatnya sudah tampak sejak usia 10 tahun saat menggambar Mahatma Gandhi.

Ia mendapat beasiswa belajar di Koninklijke Academic Van Beeldende Kunsten di Den Haag, Belanda pada 1933. Setelah lulus, ia melanjutkan studi banding di Paris dan Roma.

>>> Wamendagri Dorong Kepala Daerah Optimalkan Pembiayaan Kreatif

Basoeki banyak menghabiskan waktu di luar negeri. Pada 1939 ia pulang ke Indonesia, namun tetap menggelar pameran di luar negeri.