Ia memenangkan sayembara melukis Ratu Juliana, dan lukisannya dipajang di Istana Soestijk.

Karyanya juga menarik perhatian Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit dari Thailand, sehingga ia diminta menetap di Bangkok.

Basoeki juga melukis keluarga Pangeran Norodom Sihanouk di Kamboja, serta Presiden Ferdinand Marcos dan Imelda Marcos di Filipina pada 1977.

Beberapa lukisan dapat dinikmati langsung di museum, sementara yang lain diarsipkan dalam bentuk video. Mural wajah Basoeki dan perjalanan karyanya juga dipajang.

Lukisan "Nyi Roro Kidul" kini menjadi koleksi Istana Kepresidenan, sementara "Maria Assumpta" berada di Nijmegen, Belanda.

Di lantai yang sama, terdapat koleksi kostum wayang orang tokoh Rahwana dan Hanoman. Basoeki pernah menari bersama GRM Dorojatun (Sri Sultan Hamengkubuwono IX) dalam pertunjukan Ramayana.

Ada pula wayang kulit dari epos Mahabarata dan Ramayana yang menjadi inspirasi lukisannya, seperti "Perkelahian Antara Rahwana dan Jatayu Memperebutkan Dewi Shinta".

Kematian yang Tragis

Basoeki tewas dalam peristiwa pencurian di rumahnya pada 5 November 1993. Pencuri yang tertangkap basah memukul kepalanya dengan popor senapan angin.

Pencuri menggasak uang Rp200 ribu, 43 koleksi jam tangan, dan sejumlah mata uang asing. Lima jam tangan berhasil ditemukan kembali.

Di lantai 1, kamar tempat Basoeki meninggal masih dipertahankan seperti aslinya. Ada senapan angin dengan popor retak, kacamata, piyama, dan uang.

>>> Petugas Polantas Tewas Ditabrak Truk di Tol Joglo, Sopir Ditahan

Museum ini menjadi pengingat akan kehilangan besar Indonesia. Namun, semangat berkarya Basoeki tetap hidup melalui museum dan acara seperti kelas menggambar yang diadakan @musbadul.