Perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 Amerika Serikat pada 4 Juli 2026 terganggu oleh gelombang panas paling parah yang melanda hampir seluruh wilayah.

Gelombang panas ekstrem ini mulai terasa sejak awal Juli. CBS News memperkirakan panas pada hari kemerdekaan menjadi yang terburuk dalam sejarah.

>>> Wamendagri Dorong Kepala Daerah Optimalkan Pembiayaan Kreatif

Pakar cuaca memprediksi puncak gelombang panas di wilayah timur AS terjadi pada Jumat dan Sabtu. Suhu tinggi berbahaya merambat dari Midwest hingga Pantai Timur.

Lebih dari 300 rekor panas ekstrem diperkirakan tercipta pada Sabtu berdasarkan rata-rata suhu harian.

Total lebih dari 185 juta orang berada di bawah peringatan panas ekstrem pada Jumat. Wilayah terdampak meliputi Boston, New York City, Philadelphia, dan Washington DC.

Badan Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan "panas ekstrem" untuk puluhan negara bagian. Indeks panas puncak bisa mencapai 115 derajat Fahrenheit atau 46 derajat Celsius.

>>> Petugas Polantas Tewas Ditabrak Truk di Tol Joglo, Sopir Ditahan

Kondisi ini memaksa penyelenggara acara menunda atau membatalkan perayaan. Amtrak bahkan membatalkan beberapa layanan kereta api di Timur Laut karena rel terpengaruh panas.

New York City mencatat suhu 100 derajat Fahrenheit (hampir 40 derajat Celsius) sejak Kamis. Wali Kota Zohran Mamdani menyebut situasi sangat berbahaya.

Untuk pertama kalinya, New York City mengerahkan mobil van berisi perawat dan paramedis. Mereka membagikan air, elektrolit, dan tabir surya, serta melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pusat pendinginan dibuka di seluruh lima wilayah kota.

>>> Transmart Full Day Sale Besok: Diskon 50% + 20% di Semua Toko

Mamdani mengimbau warga tetap di dalam ruangan dan merujuk pada pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di Madison Square Garden sebagai contoh.