AS Mulai 'Terpanggang' Gelombang Panas, Suhu Tembus 40,5 Derajat

Gelombang panas mulai melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat pada pekan ini. Suhu diperkirakan mencapai 40,5 derajat Celsius dan mengancam pelaksanaan Piala Dunia 2026.
Peneliti cuaca ekstrem dari Imperial College London, Theodore Keeping, menyebut gelombang panas ini disebabkan oleh krisis iklim.
>>> KPK Buka Peluang Panggil Menhut Raja Juli soal Amplop Bupati Kuansing
Ia memperingatkan suhu tinggi dapat mengancam perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 AS dan pertandingan Piala Dunia akhir pekan ini.
"Iklim yang dimiliki negara ini saat ini pada dasarnya berbeda dari iklim yang ada ketika para pendiri bangsa menandatangani Deklarasi Kemerdekaan," ujarnya, melansir The Guardian, Jumat (3/7).
Analisis dari World Weather Attribution melaporkan tekanan tinggi atau heat dome membawa kondisi panas dan lembap ke wilayah luas di bagian tengah dan timur AS, serta selatan Kanada.
Gelombang panas seperti ini tergolong langka, dengan perkiraan frekuensi sekitar satu kali dalam 200 tahun.
Para peneliti menemukan bahwa tanpa emisi yang memanaskan planet, peristiwa seperti ini diperkirakan tidak akan terjadi bahkan satu kali pun dalam ribuan tahun.
Suhu Bumi telah meningkat 1,4 derajat Celsius akibat krisis iklim.
>>> Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Thailand di 8 Besar AVC U-18 2026
Di Washington DC, suhu melonjak tajam saat ribuan orang berkumpul merayakan peringatan 250 tahun kemerdekaan.
Pada pukul 13.00 waktu setempat hari Jumat, berbagai acara di Great American State Fair ditunda hingga pukul 17.00, dan pengunjung diarahkan meninggalkan lokasi.
NBC Washington melaporkan lebih dari selusin peserta mendapatkan perawatan akibat penyakit terkait panas. Sebanyak 11 orang dilarikan ke rumah sakit dari lokasi acara sebelum penutupan.
Pertandingan Piala Dunia juga akan terdampak. Pertandingan Prancis melawan Paraguay di Philadelphia pada Sabtu diperkirakan berlangsung dalam tingkat panas ekstrem.
Dinas Cuaca Nasional (NWS) AS menyebut suhu diperkirakan mencapai 40,5 derajat Celsius dengan kemungkinan terpecahkannya sejumlah rekor suhu harian, bulanan, bahkan sepanjang masa di beberapa lokasi.
>>> Siapa Ririn Septiani? Mantan Caleg Perindo yang Namanya Dikaitkan dalam Rumah Tangga Sarah Gibson
NWS memperingatkan kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit terkait panas, terutama bagi kelompok rentan.
Update Terbaru
Kepala Sampai Benjol, Messi Akui Cape Verde Lawan Kuat
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Metode Modern Dobelkan Cuan Petani, Ongkos Tanam Susut Rp2,4 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Tak Ada Wakil AS dan Negara Barat di Pemakaman Ali Khamenei
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Pramono: Jembatan Gembok Cinta Dibangun di Atas Sungai Cideng
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Desak Made Rita Rebut Emas di World Climbing Series Krakow 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Wakil Saudi Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Dibacakan Ayat Perang Badar
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Kasus Ilegal Akses Nasabah Mirae Asset Naik ke Penyidikan di Bareskrim
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Transmart Full Day Sale Diskon 50%+20% untuk Tangga Lipat dan Perkakas
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Prediksi Paraguay vs Prancis di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Trump Kembali Kecam Komunisme di HUT ke-250 AS
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Crimson Desert Patch 1.13: Eksplorasi Jadi Fokus Utama
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Mengapa Beberapa Kanker Berkembang Lebih Cepat? Temuan Baru dari Virginia Tech
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Migrain Kronis Bukan Sekadar Sakit Kepala: Ini Terobosan Terbaru
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Kimi Antonelli Menangi Sprint Silverstone, Perlebar Keunggulan Klasemen
Sabtu / 04-07-2026, 20:15 WIB







