Futuris dan Sejarawan Uji Ketahanan Amerika di Usia 250 Tahun
Para sejarawan dan futuris mengevaluasi umur panjang politik serta lintasan teknologi Amerika Serikat pada Sabtu, 4 Juli 2026, saat negara itu merayakan Hari Kemerdekaan ke-250 di tengah diskusi mengenai posisi global dan masa depannya.
Data yang dihimpun Slate dan CBS News menunjukkan bahwa meskipun AS masih muda dibandingkan peradaban milenial, kerangka konstitusionalnya yang berkelanjutan menjadikannya salah satu negara-bangsa aktif tertua di dunia.
>>> Trump Accounts Resmi Diluncurkan, Tawarkan Tabungan Anak dengan Dana Awal Rp16 Juta
Definisi ‘Bangsa’ dan Umur Panjang
Charles Maier, profesor emeritus sejarah di Harvard University, menjelaskan kompleksitas dalam mendefinisikan umur panjang suatu negara berdasarkan kerangka politik.
“Semua tergantung pada definisi.
Jika ‘bangsa’ adalah ‘orang-orang yang hidup di bawah sistem politik dan merasa menjadi bagian dari sistem itu,’ ada tempat yang jauh lebih tua—China, sebagian India, Inggris, dan Prancis,” ujar Maier.
Maier membedakan antara umur panjang komunitas budaya nasional dan kerangka hukum yang diformalkan. “Jika pertanyaannya tentang sistem konstitusional, kami sebenarnya sudah tua,” katanya.
“Kami tidak akan memiliki begitu banyak buku, artikel, dan perdebatan tentang hal ini jika bukan karena definisi dan konsep,” tambah Maier.
Ia menyimpulkan bahwa Amerika telah lama eksis sebagai negara-bangsa yang didefinisikan secara konstitusional, tetapi tidak lama sebagai komunitas nasional.
Siniša Malešević, profesor sosiologi di University College Dublin, mencatat bahwa konsep negara-bangsa muncul terutama pada abad ke-19, mengubah cara negara memandang kesinambungan mereka.
“Yunani modern dibangun di atas gagasan Yunani kuno,” kata Malešević. Namun, ia menyoroti perbedaan budaya dan bahasa yang mendalam antara Yunani kuno dan modern.
“Bahasa Yunani kuno tidak terstandarisasi. Jika Anda berbicara bahasa Yunani kuno kepada seseorang di Yunani modern, mereka tidak akan mengerti.
Update Terbaru
Full Clearing Another World under a Goddess with Zero Believers Anime Rilis Cast, Staff, Tayang Oktober
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Dior Rancang Gaun Pengantin Haute Couture untuk Taylor Swift dan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Daripada UFC dan Pameran Sepi, Lebih Baik Hapus Electoral College dan Season Baru Game of Thrones
Sabtu / 04-07-2026, 18:46 WIB
Kemenhaj Fokus pada Pembinaan Jemaah dan Mitigasi dalam Evaluasi Haji 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
10 Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Kuliah 2026, Panduan Lengkap Berdasarkan Budget dan Kebutuhan
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Chrome Tetap Andalan, Tapi Brave dan Firefox Ambil Alih Tugas Berat
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
16 Anak Diselamatkan dari Rumah Kumuh di Ohio, Kondisi 'Hampir Liar'
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Adik Pemain NFL Calais Campbell Didakwa Membunuh Ibu Kandung
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Cara Praktis Menambah Saldo Dana Lewat 5 Langkah Mudah di Aplikasi Clear Blast 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:44 WIB
Tiga Alfa Romeo 8C Dijual Rp 15 Miliar, Satu Tak Pernah Dikendarai
Sabtu / 04-07-2026, 18:32 WIB
Kapolri Lantik Irjen Wibowo sebagai Kakorlantas Polri
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Pramono Ungkap Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia, Lampaui Washington DC
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Kiper Cape Verde Vozinha: Laga Seimbang, Kami Bisa Menang
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB
Kapolri Rombak 6 Kapolda: Aceh, Jabar, hingga Papua Barat Daya
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB







