Presiden Donald Trump berencana menyampaikan pidato panjang dalam acara "Salute to America" di National Mall pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Acara ini merupakan puncak perayaan Hari Kemerdekaan semikuincentennial yang memecahkan rekor, namun diwarnai gelombang panas ekstrem dan kontroversi logistik.

>>> Gelombang Panas Ekstrem Gangguan Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS

Washington, DC, telah mengeluarkan peringatan panas ekstrem hingga 5 Juli, dengan suhu diperkirakan mencapai 101 derajat Fahrenheit.

Ini berpotensi menjadi Hari Kemerdekaan terpanas yang pernah tercatat di ibu kota negara.

Penyelenggara dari Freedom 250 dan Event Strategies Inc. mengelola tata letak acara, termasuk pertunjukan kembang api selama 40 menit yang menembakkan 850.000 butir dari 10 lokasi.

Pertunjukan ini dirancang untuk memecahkan Rekor Dunia Guinness.

Jadwal dan kondisi panas telah menuai reaksi beragam dari penyelenggara dan pejabat setempat, seiring kekhawatiran keselamatan dan ukuran kerumunan.

Trump meredakan kekhawatiran awal saat penampilan pendahuluan di North Dakota.

"Suhu akan sekitar 107 derajat, dan saya akan pergi dan berpidato sangat panjang hanya untuk menunjukkan bahwa saya bisa melakukan apa saja," kata Trump.

Seorang penyelenggara acara yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur National Mall membela skala produksi terhadap skeptisisme mengenai ukuran kerumunan dan logistik.

"Saya pikir tidak terlalu ambisius — kami membangunnya dengan mengetahui kenyataan," kata penyelenggara tersebut.

>>> ARC Buka Daftar Tunggu untuk Perangkat Game Genggam Pertama di India

Untuk mengurangi suhu ekstrem, CEO Pyrotecnico Stephen Vitale mencatat bahwa timnya memasukkan pola cuaca ke dalam formula produksi mereka.

Namun, ia mengabaikan peringatan terpisah mengenai partikel asap yang tersisa.

"Rencananya adalah menjadi pertunjukan kembang api terbesar yang pernah ditampilkan di Amerika Serikat dan dunia, jadi Anda tahu ini masif," kata Vitale.