Isu mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di lingkungan Tokopedia menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul klaim bahwa sekitar 90 persen karyawan terdampak kebijakan tersebut.

Pembahasan itu ramai setelah sebuah unggahan di Threads pada 3 Juli 2026 menyebut ByteDance telah melakukan gelombang PHK besar-besaran terhadap karyawan Tokopedia.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengaku pernah menjadi bagian dari Tokopedia selama tujuh tahun. Ia menuliskan bahwa perusahaan yang dikenalnya telah banyak berubah sejak berada di bawah kepemilikan baru.

Ramainya isu tersebut membuat banyak warganet bertanya mengenai ByteDance dan hubungannya dengan Tokopedia.

Apa Itu ByteDance?

ByteDance merupakan perusahaan teknologi internet multinasional yang berasal dari Tiongkok. Perusahaan ini didirikan oleh Zhang Yiming pada 2012 dan berkembang melalui berbagai layanan digital yang digunakan secara global.

Salah satu produk paling dikenal dari ByteDance adalah TikTok. Selain itu, perusahaan tersebut juga mengembangkan aplikasi penyunting video CapCut yang banyak digunakan kreator konten.

>>> Pelatih Cape Verde Bangga Meski Gagal Kalahkan Argentina di Piala Dunia

Hubungan ByteDance dengan Tokopedia

Pada awal 2024, ByteDance mengakuisisi 75,01 persen saham Tokopedia. Langkah itu menjadi bagian dari penggabungan operasional Tokopedia dengan TikTok Shop Indonesia dalam satu entitas usaha.

Melalui penggabungan tersebut, kedua platform diarahkan untuk memperkuat bisnis perdagangan elektronik di Indonesia dengan memadukan layanan marketplace dan social commerce.

Seiring mencuatnya isu PHK terhadap karyawan Tokopedia, nama ByteDance kembali menjadi sorotan karena perusahaan tersebut merupakan pemegang saham pengendali setelah proses akuisisi selesai dilakukan.

Hingga isu tersebut ramai diperbincangkan, informasi yang beredar berpusat pada klaim mengenai PHK terhadap sekitar 90 persen karyawan Tokopedia.