Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong setiap kepala daerah untuk mengembangkan pola kepemimpinan adaptif guna mengoptimalkan skema pembiayaan kreatif (creative financing).

Langkah ini dinilai krusial agar pembangunan daerah tetap berjalan lancar di tengah dinamika ekonomi global saat ini.

>>> Petugas Polantas Tewas Ditabrak Truk di Tol Joglo, Sopir Ditahan

Menurut Wiyagus, pendekatan tersebut menjadi kunci agar pembangunan daerah tidak terus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal ini disampaikan dalam Workshop Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (3/7).

"Kita tahu di tengah efisiensi tahun 2026 memang kepala daerah sekarang ini dituntut untuk benar-benar bisa mengimplementasikan apa yang dinamakan adaptive leadership di tengah gejolak eskalasi geopolitik global yang susah diprediksi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).

Optimalisasi Aset dan Kerja Sama Pihak Ketiga

Wiyagus menjelaskan salah satu langkah yang bisa ditempuh pemerintah daerah adalah mengoptimalkan aset yang selama ini belum produktif.

Lahan tidur maupun fasilitas milik pemda yang membebani anggaran bisa dikelola bersama pihak ketiga.

Kerja sama semacam itu berpotensi menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mencontohkan keberhasilan penerapan skema ini di sejumlah daerah, seperti pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dikerjasamakan dengan klub Persib Bandung.

Perawatan stadion tersebut kini tak lagi membebani pemda, bahkan mendatangkan manfaat ekonomi.

>>> Transmart Full Day Sale Besok: Diskon 50% + 20% di Semua Toko

Wiyagus menilai Kota Jambi punya modal kuat untuk mengembangkan strategi serupa karena dipimpin kombinasi kepala daerah dengan latar belakang birokrasi dan dunia usaha.