Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi berhasil mengungkap kasus tabrak lari yang menewaskan dua kakak beradik. Pelaku, seorang sopir truk, ditangkap setelah melarikan diri ke Tulungagung.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Raya Ngawi-Mantingan, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

>>> S&P Global Ratings Beri Peringkat BBB untuk Danantara Investment, Prospek Stabil

Lokasi tepatnya di KM 06-07 yang dikenal padat.

Kronologi Kecelakaan

Korban adalah Muhammad Hasyim Murdhiilah (16) dan adiknya Achmad Lubbul Aqil (10), warga Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi.

Mereka berboncengan motor Honda Beat bernopol AE 5483 JT.

Motor korban terlibat benturan keras dengan sebuah truk. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Penangkapan Pelaku

Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yuliana Plantika mengatakan pihaknya segera melakukan penyelidikan. Polisi mengidentifikasi truk Mitsubishi Fuso bernopol AG 9672 UR sebagai kendaraan yang kabur.

Pelacakan melalui Samsat mengarah ke pemilik truk di Kabupaten Tulungagung. Berkoordinasi dengan Polres Tulungagung dan bantuan warga, polisi menangkap pelaku pada Sabtu (30/5/2026) di rumahnya.

>>> Komisi XI DPR Sepakati RUU P2SK 2026, Siap Dibawa ke Paripurna

Pelaku berinisial S (53) diamankan tanpa perlawanan. Polisi juga menyita truk Mitsubishi Fuso sebagai barang bukti.

Ancaman Hukuman

AKP Yuliana menegaskan penindakan tegas untuk memberikan efek jera.

Tersangka dijerat Pasal 310 ayat (4) UU No. 22/2009 tentang kelalaian menyebabkan kematian, dan subsider Pasal 312 tentang tabrak lari.

Pelaku terancam hukuman penjara berat. Saat ini S telah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Imbauan Polisi

Polres Ngawi mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan di jalur rawan. Pengemudi yang terlibat kecelakaan wajib berhenti dan memberikan pertolongan.

>>> Riset Paramadina-INDEF: Sektor Ojol Serap 2,91 Juta Tenaga Kerja

Melarikan diri tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menghilangkan kesempatan korban mendapat pertolongan medis. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pengemudi.