Sopir truk pengangkut alat berat, Andre (28), mengaku sedang fokus melihat peta di ponsel saat truk yang dikemudikannya menyangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/7) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Andre bersama rekannya, Fajar (25), tengah mencari lokasi tujuan menggunakan aplikasi navigasi.

>>> Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama yang Integrasikan Data dengan DJP

"Kami dua kilometer lagi sampai. Kami fokus lihat maps (peta)," kata Andre kepada wartawan di lokasi.

Andre mengaku tidak mengantuk saat mengemudi. Ia berangkat sekitar pukul 00.00 WIB dari kawasan Summarecon Bogor menuju Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan.

Ia mengaku baru pertama kali melintasi jalur tersebut. "Baru ini lewat sini.

Belum tahu jalannya," ucapnya.

>>> Cara Cek Status Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026 via SIKS-NG

Meski sudah terbiasa mengemudikan truk pengangkut alat berat, Andre mengatakan muatan kali ini memiliki dimensi berbeda. Ia tidak menyadari bahwa kendaraannya tidak akan mampu melewati JPO tersebut.

Menurut Andre, di ruas jalan sebelum lokasi kejadian tidak terdapat portal pembatas tinggi kendaraan. "Di depan enggak ada palangnya.

Harusnya kan ada," ucapnya.

Akibat insiden tersebut, struktur JPO mengalami kerusakan berat. Tangga terpisah dari badan jembatan dan salah satu kaki penyangga terangkat akibat benturan truk bermuatan crane.

>>> FIFA Jual Potongan Rumput Stadion Final Piala Dunia 2026, Harga Mulai Rp8,1 Juta

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu, termasuk Andre dan rekannya.