Ayah korban sedang bekerja di Jakarta saat kejadian berlangsung.

Balita segera mendapat pertolongan medis setelah dievakuasi.

Barang bukti berupa lakban dan tali telah diamankan polisi.

Kondisi psikologis korban menjadi prioritas penanganan untuk mencegah trauma berkepanjangan.

TKS telah dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan mental dan fisik.

Korban sementara berada di bawah perlindungan kerabat dari pihak ayahnya.

Dugaan Depresi dan Kondisi Sosial

Informasi di lapangan menyebutkan kemungkinan ibu korban mengalami tekanan mental berat, seperti depresi atau baby blues akibat mengurus anak sendirian tanpa pendampingan suami.

Ketua RT setempat, Saiful, mengungkapkan keluarga TKS dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi sejak menempati kontrakan pada tahun 2023.

Pada Rabu, 3 Juni 2026, polisi kembali mendatangi lokasi untuk memperkuat data.

TKS masih berada di Polsek Pleret untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga merencanakan pemberian bantuan medis jika ditemukan gangguan kesehatan jiwa pada terduga pelaku.

Balita kini telah dipindahkan ke kediaman keluarga ayahnya di Gunungkidul untuk pemulihan fisik dan pendampingan psikologis.

>>> KAI Resmi Tambah Armada KRL Rangkasbitung 2026, Solusi Bebas Antre

Polisi menegaskan akan mengusut tuntas latar belakang peristiwa ini secara transparan dan objektif.