PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi mengumumkan rencana penambahan armada KRL di lintas Rangkasbitung pada 2026.

Langkah ini bertujuan mengatasi kepadatan penumpang yang kerap terjadi di jalur Tanah Abang-Rangkasbitung.

>>> Pusat Finansial Internasional RI Resmi Diatur RUU P2SK 2026, Ini Kata Purbaya

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa penambahan jumlah gerbong akan ditingkatkan dari 8 atau 10 kereta menjadi 12 kereta per rangkaian.

Namun, perubahan ini memerlukan dukungan infrastruktur listrik yang lebih besar.

Peningkatan Kapasitas Rangkaian dan Infrastruktur Listrik

Untuk mengoperasikan rangkaian 12 kereta, KAI perlu menambah 11 gardu traksi listrik guna memperkuat pasokan listrik aliran atas (LAA).

Proses pengerjaan peningkatan daya LAA direncanakan dimulai dalam dua minggu ke depan.

Pembangunan gardu baru menjadi prioritas utama agar pasokan listrik mencukupi.

Saat ini, daya listrik di jalur Rangkasbitung hanya 3.000 volt, jauh di bawah lintas Bogor dan Bekasi yang sudah mencapai 4.000 volt.

Bobby menjelaskan bahwa tanpa tambahan gardu, pengoperasian rangkaian 12 kereta tidak akan optimal.

Setelah infrastruktur listrik selesai, rangkaian SF12 dapat beroperasi penuh dan memberikan ruang lebih luas bagi penumpang.

>>> Cara Cek Status Desil di Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026, Praktis Lewat HP

Modernisasi Sistem Persinyalan untuk Mempercepat Headway

Selain penambahan gerbong, KAI juga akan merombak total sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung. Sistem blok tertutup yang digunakan saat ini dinilai kuno dan membatasi frekuensi perjalanan.

Dengan sistem blok tertutup, hanya satu kereta yang boleh melintas dalam satu area blok yang mencakup beberapa stasiun.

Akibatnya, headway mencapai 10 menit, lebih lama dibandingkan lintas Bogor atau Bekasi yang hanya 3-4 menit.