Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).

Keputusan ini dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> 8 Cara Efektif Melatih Anak Memecahkan Masalah, Metode Terbaru 2026

Adhe yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Karanganyar memandang pergantian pimpinan tersebut sebagai momentum penting.

Ia berharap kepemimpinan baru di BGN dapat memperbaiki berbagai aspek teknis yang menjadi perhatian masyarakat.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin solid pasca pergantian tersebut. Hal ini bertujuan agar program MBG dapat diimplementasikan dengan standar yang lebih baik di seluruh Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam melakukan pergantian pimpinan BGN.

Harapan besarnya adalah agar pelaksanaan program MBG di masa mendatang semakin berkualitas, baik dari sisi ketepatan sasaran maupun dampak positifnya bagi masyarakat,” ujar Adhe pada Rabu (3/6/2026).

Dampak Ekonomi bagi Pelaku Usaha Lokal

Adhe Eliana menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya paket makanan bergizi. Program ini dirancang untuk menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui pelibatan sektor lokal.

Menurutnya, ekosistem program ini harus mampu memberdayakan petani, peternak, serta pelaku UMKM. Dengan menyerap bahan pangan dari sumber lokal, kemandirian ekonomi daerah dapat ikut terdongkrak.

“Program ini bukan sekadar urusan pemberian makanan sehat, tetapi juga instrumen untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Peran aktif petani, peternak, dan UMKM lokal adalah kunci utama keberhasilan MBG,” jelasnya.

Perkembangan Operasional di Karanganyar

Di Kabupaten Karanganyar, implementasi program MBG menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 89 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi aktif.