Prioritas investasi teknologi perbankan meliputi pengembangan layanan digital, penguatan keamanan siber, implementasi AI, dan migrasi ke cloud. Semua itu membutuhkan belanja modal masif dan biaya kepatuhan yang membengkak.

Standar internasional seperti Basel III dan Basel IV menuntut manajemen risiko canggih. Kewajiban pelaporan ESG dan infrastruktur data anti pencucian uang juga menambah beban.

Usulan Blueprint dan Insentif

Perbanas mengusulkan pemerintah dan regulator segera menyusun blueprint konsolidasi komprehensif. Tujuannya bukan sekadar mengurangi jumlah bank, tetapi menciptakan struktur industri yang lebih sehat dan tangguh.

Nixon menyarankan adanya peta jalan dan lini masa yang jelas bagi bank KBMI 1, KBMI 2, BPD, dan BPR.

Beberapa insentif yang diusulkan antara lain tax neutrality untuk M&A, relaksasi regulasi temporer, dan proses perizinan yang lebih cepat.

Perbanas juga menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan antara OJK dan Bank Indonesia.

>>> Jadwal Cair PKH 2026: Cek Status Penerima dan Nominal Terbaru

Terkait aspek hukum, aturan konsolidasi harus adaptif dengan ketentuan umum di UU dan detail teknis di POJK atau PBI.